Kumparan Logo

Populer: Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela; OIKN Kini Fokus Bangun DPR-MA

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Peresmian proyek LNG Abadi Blok Masela oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (16/7).

Berita yang paling banyak dibaca lainnya yakni pembangunan IKN yang kini fokus untuk gedung DPR-MA. Lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Prabowo Resmikan Pembangunan Proyek LNG Abadi Blok Masela Usai 28 Tahun Mandek

Proyek gas alam cair (LNG) Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, akhirnya memulai pembangunan setelah 28 tahun mandek.

Presiden Subianto meresmikan groundbreaking proyek ini, yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini diperkirakan menelan investasi sekitar USD 20,95 miliar atau setara Rp 377 triliun (dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS), termasuk alokasi USD 1 miliar untuk teknologi Carbon Capture Storage (CCS).

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela di Laut Arafura, lepas pantai Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Maluku. Foto: SKK Migas

Dengan kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, serta tambahan 35.000 barel kondensat per hari dan 150 juta kaki kubik gas alam per hari, proyek ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional dan ekonomi daerah.

Pasca-hengkangnya Shell pada 2023, struktur kepemilikan Masela kini dipegang oleh INPEX Masela (65%), Pertamina Hulu Energi Masela (20%), dan Petronas Masela (15%).

Lapangan Abadi yang berlokasi di Laut Arafura ini memiliki kedalaman air 400-800 meter dan akan dilengkapi fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) serta Onshore LNG (OLNG) plant di Pulau Yamdena.

Suasana Kompleks Yudikatif di IKN. Foto: Dok. OIKN

Pembangunan Batch I IKN Rampung, OIKN Kini Fokus Bangun Gedung DPR-MA

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru dengan selesainya pembangunan tahap pertama (Batch I) yang meliputi jalan-jalan utama.

Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan saat ini fokus pembangunan beralih ke tahap kedua (Batch II) periode 2025-2027, yang mencakup pembangunan kompleks perkantoran legislatif dan yudikatif. Progres pembangunan gedung perkantoran ini telah mencapai 15% dengan tender hunian dijadwalkan minggu ini.

Kawasan yudikatif akan mencakup bangunan Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Yudisial, sementara kawasan legislatif meliputi gedung DPR, MPR, dan DPD, beserta ruang sidang paripurna dan hunian pendukung.

Desain Gedung MPR, DPR, DPD di IKN oleh OIKN. Foto: Abid Raihan/kumparan

OIKN mengelola 40 paket pekerjaan fisik dari APBN, dengan 9 paket rampung pada 2025 dan 15 paket dalam tahap konstruksi.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengelola 90 paket pekerjaan fisik dengan 78 paket rampung, dan Kementerian Perumahan telah menyelesaikan 11 dari 12 paket, termasuk pembangunan rumah susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Target IKN sebagai ibu kota politik pada 2028 sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2025 juga terus dikejar.