Proses Evakuasi Korban Ledakan di Grand Polonia Medan

Ledakan pipa gas terjadi di perumahan Grand Polonia Kota Medan, pada Senin (20/7). Akibatnya, tujuh orang menjadi korban ledakan tersebut, tiga di antaranya tertimbun reruntuhan rumah yang roboh.
Tim SAR dikerahkan untuk mencari para korban yang hilang sejak hari pertama kejadian. Sebanyak 400 personel diterjunkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan satu korban ditemukan pada Selasa (21/7) pukul 02.20 WIB. Korban seorang perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sejak Selasa pagi pencarian difokuskan pada lantai dua rumah yang roboh. Bangunan tersebut diketahui memiliki tiga lantai.
"Perkembangan saat ini, Tim SAR gabungan berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Kami juga mengerahkan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk melaksanakan proses evakuasi yang difokuskan pada lantai dua bangunan yang runtuh semalam," kata Hery saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan korban yang ditemukan pada dini hari tersebut ialah Jesika (36 tahun). Ia adalah istri dari pemilik rumah.
"Satu korban dini hari itu berhasil ditemukan, yang merupakan mohon maaf dengan segala kerendahan hari saya mengatakan, istri dari pemilik rumah," kata Calvijn saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).
Kendala Evakuasi
Menurut Hery, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lantai dua yang sangat sempit serta kondisi reruntuhan bangunan yang belum stabil.
"Tantangan Tim SAR gabungan di lokasi, pertama akses menuju lantai dua sangat sempit. Kedua, material bangunan yang runtuh masih labil sehingga membahayakan personel saat melakukan evakuasi," imbuhnya.
Korban Tertimbun Kedua Ditemukan
Korban kedua ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB. Perempuan itu lalu dievakuasi dari lantai 2 menggunakan kantong jenazah, untuk diidentifikasi.
"Tim gabungan telah menemukan dan berhasil. Terima kasih untuk doanya. Menemukan satu lagi dari tiga korban yang semalam masih proses pencarian evakuasi di TKP di rumah di lantai dua," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat ditemui di lokasi.
Korban Terakhir Ditemukan
Korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.00 WIB. Korban perempuan, dan ditemukan di lantai dua rumah yang terdampak paling parah.
"Tim gabungan telah menemukan korban ketiga sekitar pukul 18.00 WIB," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat ditemui di lokasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengungkapkan korban terakhir yang ditemukan bernama Sinta. Dengan ditemukannya korban terakhir maka operasi pencarian dinyatakan selesai dan ditutup.
"Alhamdulillah, tim gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang sebelumnya masih dinyatakan hilang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Sehingga operasi SAR terhadap peristiwa runtuhnya bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga di Polonia resmi dinyatakan selesai dan ditutup," kata Hery dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Daftar Identitas Korban Ledakan
Dalam peristiwa ini terdapat empat korban selamat. Mereka seluruhnya sudah dibawa ke rumah sakit terdekat usai peristiwa terjadi.
Berikut identitas korban yang selamat:
Jeavelin seorang bayi perempuan berusia dua tahun.
Hasan, seorang pria dari orang tua pemilik rumah.
Yuda, seorang kurir.
Seorang sopir yang saat ini masih diidentifikasi.
Kemudian identitas korban yang meninggal dunia antara lain:
Jesika (33), istri dari pemilik rumah.
Ros, masih diidentifikasi seorang ART atau bukan.
Sinta, masih diidentifikasi seorang ART atau bukan.
