Kumparan Logo

Strategi Transfer Kontras Manchester United dan Tottenham Hotspur Berbenturan

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Manchester United Alejandro Garnacho berebut bola dengan pemain Tottenham Hotspur Destiny Udogie pada pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (29/9/2024). Foto: Lee Smith/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Manchester United Alejandro Garnacho berebut bola dengan pemain Tottenham Hotspur Destiny Udogie pada pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (29/9/2024). Foto: Lee Smith/REUTERS

Manchester United dan Tottenham Hotspur membawa dua strategi transfer musim panas yang bertolak belakang menjelang pertemuan mereka di Old Trafford. Dikutip dari laporan Sky Sports, perbedaan mencolok dalam kebijakan belanja ini memicu tekanan besar bagi kedua belah pihak setelah mencatatkan awal musim yang mengecewakan.

Pihak Tottenham membelanjakan dana lebih dari dua kali lipat dibanding anggaran belanja Manchester United sepanjang bursa transfer lalu. Meskipun demikian, kedua raksasa Inggris ini justru terpuruk di papan bawah klasemen dan berjuang keras mencari konsistensi permainan.

Kebijakan Hemat Setan Merah di Bursa Transfer

Manchester United menolak untuk mengikuti tren Premier League yang gemar menggelontorkan dana lebih dari 100 juta poundsterling demi satu pemain bintang saja. Keputusan tersebut diambil bukan karena manajemen enggan mengeluarkan uang, melainkan karena mereka lebih memprioritaskan rekonstruksi kedalaman skuad secara menyeluruh. Dan Khan selaku reporter Sky Sports News menjelaskan bahwa mematok angka transfer tunggal yang sangat tinggi kini sudah tidak lagi relevan.

Manajemen Old Trafford lebih memilih mendatangkan tiga gelandang baru sekaligus guna memperkuat poros tengah mereka. Nama-nama seperti Youri Tielemans, Andrey Santos, dan Carlos Baleba akhirnya didaratkan untuk menambah opsi rotasi pemain. Mereka juga menunda pembelian bek kiri baru hingga musim panas mendatang demi merapikan neraca keuangan klub.

Klub berjuluk Setan Merah ini juga masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar dalam urusan menjual pemain bintang. Penjualan paling signifikan mereka musim lalu hanya melibatkan pemain muda yang bahkan belum pernah mencicipi laga profesional utama. Hal ini membuktikan bahwa prioritas transfer mereka memang murni berfokus pada penambahan kuantitas skuad.

Tekanan Besar di Pundak Jajaran Manajemen Old Trafford

Michael Carrick kini memimpin tim dari pinggir lapangan, namun sorotan tajam perlahan mulai mengarah ke jajaran direksi klub. Dan Khan menilai bahwa publik kini akan menaruh perhatian ekstra kepada Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada. Kedua sosok krusial tersebut memikul tanggung jawab besar karena dipercaya memimpin era baru di bawah kendali Sir Jim Ratcliffe.

Manajemen klub sebelumnya mengambil langkah berani dengan memperpanjang kontrak Erik ten Hag sebelum akhirnya beralih ke Ruben Amorim dan kini menunjuk Carrick. Pergantian nakhoda yang begitu cepat ini tentu melahirkan keraguan besar di kalangan para pendukung setia. Kendati demikian, pemilik klub dikabarkan belum akan mengambil keputusan gegabah mengenai masa depan sang manajer dalam waktu dekat.

Kebijakan berbasis analisis data yang selalu digaungkan oleh Sir Jim Ratcliffe kini mulai dipertanyakan efektivitasnya. Hasil buruk dan performa di lapangan hijau yang jauh dari harapan dipastikan membuat sang pemilik tidak senang. Ujian sesungguhnya bagi sistem olahraga baru ini akan tersaji dalam laga krusial akhir pekan nanti.

Belanja Besar Tottenham yang Berujung Kekecewaan

Tottenham menggelontorkan dana fantastis sebesar 334 juta poundsterling untuk merombak skuad demi mendukung penuh taktik manajer Roberto De Zerbi. Pembelian termahal mereka jatuh pada Sandro Tonali yang memakan biaya transfer hingga mencapai 100 juta poundsterling. Ironisnya, klub asal London Utara tersebut justru terbenam di dasar klasemen sementara tanpa mengantongi satu pun kemenangan.

Mantan manajer Tottenham, Tim Sherwood, mengaku sangat tidak terkesan dengan kontribusi sepuluh pemain anyar yang didatangkan manajemen. Sherwood menyatakan bahwa rekam jejak transfer klub kesayangannya tersebut memang sangat buruk dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Menurutnya, bermain di bawah tekanan tinggi bersama klub sebesar Tottenham membutuhkan mentalitas yang jauh berbeda.

Beliau juga menambahkan sebuah kritik tajam mengenai performa buruk tim secara keseluruhan. Sherwood menuturkan, “Tidak ada satu pun pemain baru yang benar-benar membuat saya terkesan sejauh ini. Tim ini tampil di bawah standar terbaiknya dan mereka selalu dinilai berdasarkan hasil akhir pertandingan.”

Kebingungan Taktik Roberto De Zerbi dan Celah Skuad

Melimpahnya opsi pemain baru justru tampak membuat Roberto De Zerbi kebingungan dalam menentukan komposisi sebelas pertama terbaiknya. Pelatih asal Italia tersebut tercatat sebagai manajer yang paling sering merombak susunan pemain di Premier League musim ini. Ketidakpastian formasi ini dinilai merusak kekompakan tim dan membingungkan para pendukung setia mereka di tribun penonton.

Pengamat sepak bola Michael Bridge menambahkan bahwa skuad Tottenham saat ini masih memiliki kelemahan fatal di dua area utama. Mereka dinilai belum memiliki sosok striker murni nomor sembilan serta penjaga gawang tangguh yang bisa diandalkan untuk jangka panjang. Celah krusial ini menjadi penyebab utama mengapa gelontoran ratusan juta poundsterling mereka terasa sia-sia di awal musim.