Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Komprehensif, Pastikan KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Kemensos RI

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong pengentasan kemiskinan secara komprehensif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, perbaikan rumah tidak layak huni, penguatan perlindungan sosial, serta peningkatan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Perintah Presiden itu kan pengentasan kemiskinan yang komprehensif. Orang tuanya diberdayakan lewat PPSE, kemudian rumahnya diperbaiki,” ujar Agus Jabo saat menerima Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Kemensos RI

Menurut Agus Jabo, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya jumlah keluarga penerima bantuan sosial (KPM) melalui graduasi.

Pemerintah juga harus memastikan keluarga yang telah mandiri memiliki ketahanan ekonomi dan sumber penghasilan yang berkelanjutan agar tidak kembali terjerat kemiskinan.

Kabupaten Brebes mencatatkan capaian graduasi sebanyak 2.420 KPM pada 2025. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan graduasi sebanyak 3.290 KPM Program Keluarga Harapan (PKH).

Agus Jabo menegaskan, proses graduasi harus dilakukan secara terukur dan berdasarkan kesiapan ekonomi keluarga. KPM tidak boleh sekadar ingin keluar dari kepesertaan bantuan sosial, tetapi harus memiliki modal dan sumber penghasilan yang kuat untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Kemensos RI

Karena itu, Kemensos memastikan kondisi kehidupan KPM yang telah digraduasi pada tahun sebelumnya tetap terjaga sebelum melanjutkan proses graduasi terhadap keluarga berikutnya. Monitoring dan evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi ekonomi mereka sekaligus mencegah keluarga kembali jatuh miskin.

Meski telah graduasi, masyarakat yang di kemudian hari menghadapi kesulitan ekonomi tetap dapat mengomunikasikan kondisinya kepada Kemensos. Bagi keluarga yang masih berada dalam kelompok desil rentan, dukungan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dapat diberikan agar mereka tidak kembali mengalami penurunan kesejahteraan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Kemensos RI

Pada 2025, Kemensos telah mendukung kemandirian KPM di Kabupaten Brebes melalui PPSE dengan berkolaborasi bersama pihak ketiga, salah satunya Bank Mandiri. Dukungan tersebut antara lain berupa edukasi keuangan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya ekonomi.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal layak juga menjadi perhatian. Agus Jabo menyampaikan, keluarga siswa Sekolah Rakyat yang belum memiliki rumah dapat diupayakan memperoleh bantuan pembangunan rumah apabila pemerintah kabupaten menyediakan lahan.

“Untuk membantu pengentasan kemiskinan selain graduasi itu, orang tua siswa yang tidak punya rumah akan dibantu dibangunkan rumah apabila pemkab punya lahan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan rumah bagi keluarga miskin membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan Kemensos, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Baznas, serta berbagai pihak lainnya.

Agus Jabo juga berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Brebes dapat menjadi pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, pemerintah berupaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Kemensos RI

“Kita fokusnya pengentasan kemiskinan bisa dikeroyok bareng-bareng, baik oleh pemda maupun pemerintah pusat,” tegasnya.

Di sisi lain, penguatan program perlindungan sosial di Kabupaten Brebes juga menjadi perhatian. Agus Jabo berharap penyaluran bantuan sosial semakin terstruktur, transparan, dan tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan perlindungan.