Wamensos Minta Wali Asuh & Asrama Sekolah Rakyat Kerja dengan Hati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh Sekolah Rakyat dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Faqih Barelvi
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh Sekolah Rakyat dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Faqih Barelvi

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta para wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat agar tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan kewajiban formal. Menurutnya, pendampingan bagi siswa-siswi membutuhkan ketulusan dan kepedulian.

Hal itu Agus Jabo tekankan saat menutup Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh Sekolah Rakyat dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Pelatihan ini diikuti 954 peserta dari Padang, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Makassar.

“Tugas tendik adalah mendampingi, ngemong anak-anak ini dalam rangka mewujudkan harapan dan cita-cita mereka. Maka, tidak hanya tugas-tugas formal yang harus dikedepankan, tapi tugas-tugas yang dilandasi oleh hati nurani, oleh cinta kasih, oleh kasih sayang dari para tendik kepada para siswa,” kata Agus Jabo.

Pendekatan semacam ini, lanjutnya, sangat penting lantaran peserta didik di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin, miskin ekstrem, maupun keluarga kurang mampu yang mengalami luka sosial dan luka perasaan akibat kondisi ekonomi yang mereka hadapi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan hadirnya Sekolah Rakyat, tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga memiliki tugas rehabilitasi sosial.

“Tugas Sekolah Rakyat adalah melakukan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang luka, luka sosialnya, luka perasaannya,” ujarnya.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh Sekolah Rakyat dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Faqih Barelvi

Terkait hal tersebut, Agus Jabo menilai, keberadaan wali asuh dan wali asrama memiliki peran strategis. Mereka dituntut mampu membangun kebiasaan dan lingkungan yang baik sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat, kepercayaan diri, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi dan cita-citanya.

Menurut dia, para wali asuh dan wali asrama juga perlu memiliki pemikiran dan sikap mengemong dalam proses pendampingan terhadap siswa.

“Ngemong itu sangat komprehensif, dari mulai mendampingi, mengantarkan, mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah mereka, dan juga kemudian membantu menjadikan mereka punya jalan keluar supaya kemudian mereka betul-betul menjadi anak-anak yang hebat,” jelas Agus Jabo.

Selain itu, Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang lebih luas dibandingkan sekadar memberikan pendidikan formal. Program ini dirancang Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan sekaligus memberikan pendampingan dan penguatan karakter kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh tenaga kependidikan (tendik), guru, kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama memahami tujuan besar Sekolah Rakyat serta menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis. Menurutnya, anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain. Tujuan Sekolah Rakyat adalah untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan,” ujar Agus.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat memadukan pendidikan formal dengan pendidikan karakter. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter kebangsaan, karakter keagamaan, karakter sosial, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan.

“Kalau di sekolah-sekolah reguler mungkin hanya pendidikan formal, tetapi di Sekolah Rakyat adalah pendidikan formal dan pendidikan karakter. Ini yang membedakan dan ini yang harus dipahami oleh seluruh stakeholder yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya saudara-saudara yang menjadi wali asuh dan wali asrama,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pembentukan karakter tersebut, Kemensos juga melibatkan berbagai pihak agar para siswa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang lebih luas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu siswa tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter yang kuat.

Lebih lanjut, Agus Jabo juga menitipkan para siswa Sekolah Rakyat kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar mereka benar-benar didampingi hingga mampu mewujudkan cita-cita. Setiap anak, kata dia, harus mendapatkan dukungan sesuai dengan minat dan impiannya.

“Saya titip anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat. Jadikan anak-anak ini sebagai mitra, sebagai orang yang harus kalian dampingi, dijadikan anak-anak yang harus kalian antarkan supaya mereka bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka,” katanya.

Agus Jabo pun mengingatkan bahwa para wali asuh dan wali asrama harus menjadi figur yang diteladani siswa. Sebab itu, wali asuh, wali asrama, guru, dan seluruh tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat harus menjaga kepribadian dan akhlak.

“Kalian adalah figur-figur para siswa dan kalian juga harus menjaga kepribadian kalian, akhlak kalian supaya anak-anak punya idola di Sekolah Rakyat,” tegas dia.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh Sekolah Rakyat dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Faqih Barelvi

Di samping itu, Agus Jabo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh wali asuh dan wali asrama yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan bahwa program sekolah gratis ini masih berada pada tahap awal sehingga perjalanan dan tantangan ke depan masih panjang.

“Penghormatan setinggi-tingginya kepada para wali asuh, para wali asrama. Kita baru mulai, tugas kita masih panjang. Jadi siapkan mental kalian supaya kalian juga menjadi wali asuh, wali asrama yang bisa kita harapkan bersama-sama dan kalian menjadi idola bagi anak-anak di Sekolah Rakyat,” pungkasnya.