Cara Menanam Cabe dari Biji agar Cepat Berbuah

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cabe adalah satu satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan memiliki harga jual tinggi. Cara menanam cabe dari biji pun penting diperhatikan agar tanaman ini cepat berbuah.
Mengutip dari jurnal undip.ac.id, cabe atau cabai adalah anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran dan bumbu, tergantung cara pemanfaatannya. Buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa untuk makanan.
Cara Menanam Cabe dari Biji
Kali ini Tips dan Trik akan memberikan beberapa cara menanam cabe dari biji agar cepat berbuah:
1. Seleksi Biji Cabe dan Keringkan
Potong cabe menjadi tiga bagian. Ambil biji pada potongan bagian tengah. Bagian tengah memiliki biji dengan kualitas paling tinggi jika dibandingkan dengan bagian depan dan belakang.
Rendam biji cabe di segelas air bersih. Pilih biji yang tenggelam. Biji yang terapung adalah benih yang tidak bermutu.
Angkat biji cabe yang bermutu dari rendaman air bersih, lalu keringkan selama tiga hari atau lebih.
2. Lakukan Penyemaian untuk Seleksi Benih Terbaik
Siapkan media semai berupa tanah yang sudah dicampur sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1.
Siapkan polybag berukuran 5 x 10 cm. Isi dengan media tanam yang telah disiapkan tadi hingga memenuhi tiga per empat bagian.
Rendam benih di air hangat selama 6 jam untuk merangsang pertumbuhan benih.
Tanam benih di media semai sedalam 1,5 cm, lalu tutup kembali dengan tanah media tanam. Simpan di tempat yang aman dari serangan hama belalang, ulat, semut, atau serangga lainnya.
Letakkan bibit di ruangan dengan penyinaran minim atau beri naungan agar terhindar dari paparan sinar matahari langsung atau derasnya hujan. Bisa juga dengan menutup permukaan media semai dengan kain hitam yang telah diberi beberapa lubang.
Siram benih yang sudah disemai dengan air bersih setiap pagi dan sore hari selama sebulan.
Setelah sebulan, benih akan tumbuh menjadi bibit yang siap dipindahkan ke media tanam lebih besar.
Tunggu sampai benih bertunas. Pilih yang tunasnya besar dan terlihat sehat. Itulah bibit tanaman cabe yang berkualitas.
Jika ketinggiannya sudah mencapai 5-10 cm, pindahkan ke media tanam 3-5 hari kemudian.
3. Pindahkan Bibit ke Media Tanam Lebih Luas
Setelah berumur 4 minggu lebih, pindahkan bibit cabe di pot. Jika tetap menggunakan polybag, gunakanlah yang berdiameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan sebagai pengganti pot.
Isi pot atau polybag dengan media tanam. Gunakan campuran tanah, pupuk, dan sekam mentah dengan perbandingan 3:2:1 sebagai media tanam.
Lepaskan bibit dari polybag media semai dengan hati-hati agar tidak rusak. Setelah itu, tanam di media tanam sedalam 10 cm. Tutupi kembali dengan tanah.
4. Rawat Tanaman Cabe
Lakukan penyiraman secara rutin, terutama pada pagi dan sore hari. Gunakan air biasa atau air cucian beras.
Berikan nutrisi tambahan 5-7 hari setelah pemindahan bibit cabe ke media tanam. Hindari memberikan nutrisi tambahan saat cabe baru saja dipindahkan. Pemberian nutrisi yang terlalu dini justru bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
Beri nutrisi awal berupa 5 ml pupuk A dan 5 ml nutrisi B yang dicampur dengan 1 liter air. Beri pupuk setiap 10 hari sekali. Dosis nutrisi bisa ditambahkan secara bertahap.
Semprot tanaman dengan pestisida organik secara berkala. Jangan terlalu sering agar pertumbuhan cabe tidak terganggu.
Rawat tanaman sampai berbunga, berbuah, dan siap panen.
Demikian cara menanam cabe dari biji agar cepat panen. Selamat menanam cabe!
Baca Juga: 5 Cara Menanam Tomat dalam Pot
