Konten dari Pengguna

4 Cara Menghitung Zakat Penghasilan dan Contohnya dalam Islam

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghitung Zakat Penghasilan, Sumber Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Zakat Penghasilan, Sumber Unsplash/Mufid Majnun

Zakat Penghasilan merupakan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas 10. Siswa akan mempelajari cara menghitung zakat penghasilan melalui contoh soal yang diberikan.

Zakat adalah bagian dari harta yang diserahkan kepada penerimanya dengan syarat tertentu. Zakat penghasilan merupakan salah satu jenis zakat yang wajib dibayarkan oleh umat muslim.

4 Cara Menghitung Zakat Penghasilan yang Perlu Diketahui

Ilustrasi Cara Menghitung Zakat Penghasilan, Sumber Unsplash/Bady Abbas

Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan pada pendapatan halal. Berdasarkan buku Zakat di Indonesia, Supani (2023:103), berikut adalah 4 cara menghitung zakat penghasilan dalam Islam.

1. Buat Daftar Penghasilan

Langkah pertama yaitu dengan mengumpulkan sumber penghasilan yang diterima setiap bulannya. Penghasilan adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal.

Penghasilan dapat bersifat rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

2. Tentukan Waktu Pembayaran

Tentukan waktu mengeluarkan zakat penghasilan. Zakat dapat dibayarkan setiap bulan saat mendapatkan penghasilan, atau diakumulasikan pada akhir tahun.

3. Nisab

Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram. Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nisab.

Jika tidak mencapai nisab, maka semua penghasilan dapat dikumpulkan selama satu tahun, kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nisab.

4. Kadar Zakat Penghasilan

Kadar zakat penghasilan adalah 2,5%. Zakat penghasilan dikeluarkan dari netto (hasil bersih), dengan dikalikan kadar zakat sebesar 2.5%.

Contoh Menghitung Zakat Penghasilan

Ilustrasi Cara Menghitung Zakat Penghasilan, Sumber Unsplash/Muhammad Daudy

Contoh perhitungan zakat penghasilan adalah sebagai berikut.

Dirwan memiliki satu orang istri dengan dua orang anak. Penghasilan yang diterima dari perusahaan tempatnya bekerja adalah Rp5.000.000 tiap bulan.

Di samping itu, ia menerima pendapatan dari pekerjaan sampingan sebesar Rp2.000.000. Berapa zakat penghasilan yang harus dibayar, bila kebutuhan pokok bulanan untuk keluarganya sebesar Rp1.962.480?

Jawaban:

  • Gaji Tetap: Rp5.000.000

  • Pendapatan Lainnya: Rp2.000.000

  • Total Pendapatan: Rp7.000.000

  • Kebutuhan Pokok Keluarga: Rp1.962.480

Jika nisab zakat penghasilan adalah Rp6.530.000 (sudah melebihi nisab), maka zakat penghasilan yang harus dibayar yaitu.

Zakat penghasilan = Rp7.000.000 - Rp1.962.480

= Rp5.037.520 x 2,5% = Rp125.938

Baca juga: Cara Menghitung Zakat Fitrah Termudah

Cara menghitung zakat penghasilan dimulai dengan membuat daftar pendapatan terlebih dahulu. Setelah mencapai nisab, maka pendapatan bersih dikalikan dengan kadar zakat 2,5%.(DK)