5 Cara Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Pria dan Wanita dengan Baik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjaga kebersihan area genital atau alat reproduksi adalah kewajiban semua orang. Untuk mengetahui secara detail cara menjaga kebersihan alat reproduksi pria dan wanita dengan baik dapat simak bersama uraian ini.
Dikutip dari buku Kesehatan Reproduksi, Dina Dewi Anggraini, dkk (2022:95), organ intim yang tidak dijaga dan dibersihkan dengan benar akan menjadi sumber penyakit dan bakteri. Hal ini akan menjadi sumber utama malfungsinya organ reproduksi.
Cara Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Pria dan Wanita dengan Baik
Berikut ini cara menjaga kebersihan alat reproduksi pria dan wanita dengan baik:
1. Membersihkan dan Menjaga Alat Reproduksi Tetap Kering
Pertama baik wanita maupun pria harus membersihkan dan menjaga kelembapan alat reproduksinya. Caranya adalah sebagai berikut:
Selalu membersihkan alat kelamin setelah buang air kecil, serta sebelum dan setelah melakukan hubungan seksual.
Pastikan area organ intim selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap.
Hindari menggunakan sabun wangi, sabun sirih, deodoran, bedak, dan vaginal douche karena dapat menyebabkan kulit kelamin rentan iritasi.
Mengganti celana dalam setiap hari dan pastikan bahan celana yang digunakan mampu menyerap keringat dengan baik.
Bagi pria, pertimbangkan untuk sunat karena tidak disunat dapat mengakibatkan penumpukan kotoran pada kulup dan meningkatkan risiko infeksi bakteri di penis.
2. Menerapkan pola makan sehat
Setiap orang harus menerapkan juga pola makan sehat. Memperhatikan apa saja makanan yang masuk ke tubuh merupakan upaya untuk menjaga kesehatan reproduksi. Caranya dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi.
Makanan bergizi membantu tubuh memproduksi sel sperma dan sel telur yang berkualitas. Zat gizi juga penting untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Berikut cara menerapkan pola makan sehat:
Hindari konsumsi lemak trans.
Penuhi kebutuhan protein dari sayur, seperti kacang, tahu, serta biji-bijian.
Pilih karbohidrat yang kaya akan serat, seperti gandum utuh, sayur, buah, dan kacang.
Minum multivitamin, seperti asam folat.
Penuhi kebutuhan zat besi, seperti dari bayam, kacang, labu, tomat, dan buah bit.
Baca juga: 6 Cara Mengurangi Nyeri Haid yang Aman
3. Hindari perilaku seks berisiko
Berhubungan seks dengan aman merupakan salah satu cara menjaga alat reproduksi tetap sehat. Selain mengurangi risiko infeksi menular seksual, cara ini juga mencegah kehamilan yang tak direncanakan.
Prinsip berhubungan seks yang aman tidak sebatas menggunakan kondom saja. Berikut bentuk perilaku seks aman yang juga bisa menjaga kesehatan organ reproduksi.
Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, atau KB IUD.
Tidak bergonta-ganti pasangan seks.
Menjaga kebersihan organ intim sebelum dan setelah seks.
Cek kembali riwayat seksual diri sendiri dan pasangan.
Melakukan tes penyakit kelamin secara berkala.
4. Memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin
Memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter juga harus dilakukan secara rutin. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit yang bisa muncul tanpa gejala di kemudian hari. Berikut jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi yang umum dilakukan:
Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count).
Pemeriksaan urine.
USG transvaginal atau abdomal.
Histerosalpingografi (HSG).
Tes penyakit kelamin, seperti tes sifilis dengan uji VDRL.
Pap smear.
5. Menjalankan pola hidup sehat
Terakhir, selain menerapkan pola makan yang sehat, gaya hidup sehat juga kunci menjaga sistem reproduksi tetap sehat. Tidak hanya organ reproduksi, pola hidup ini juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Inilah pola hidup sehat yang bisa diterapkan.
Berhenti merokok,
Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan,
Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit sehari,
Menjaga berat badan yang ideal,
Istirahat yang cukup, dan
Mengelola stres.
Cara menjaga kebersihan alat reproduksi pria dan wanita tidak hanya cukup dengan membersihkan area genital atau alat reproduksi saja, butuh diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup sehat hingga pemeriksaan organ reproduksi secara rutin. (Fitri A)
