5 Cara Merajut Kain yang Mudah untuk Pemula

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merajut kini sudah tidak lagi identik dengan kegiatan orang tua dan terkesan ketinggalan zaman. Justru saat ini, banyak anak muda tertarik untuk belajar cara merajut untuk pemula agar bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan menarik.
Jika masih pemula, belajar merajut mungkin memang terlihat sulit. Tapi, jika sudah terbiasa dan sudah mengetahui tekniknya, pasti sudah tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuat bermacam-macam produk dari rajutan.
Apa Itu Merajut?
Mengutip dari buku yang berjudul Teknik Merajut untuk Pemula, Noe Idris, (2008:3), Merajut atau crochet adalah seni kait-mengait menggunakan benang yang sudah dikenal sejak dulu. Aneka motifnya yang abadi membuatnya tetap disukai sepanjang masa.
Merajut itu mudah. Hanya dengan mengaitkan benang pada batang pengait, melilitnya, membuat rantai, lalu membentuk motif maka jadilah sebuah karya yang indah.
5 Cara Merajut yang Mudah untuk Pemula
Ini dia beberapa cara merajut yang mudah untuk pemula, hanya membutuhkan dua bahan saja, yaitu benang dan jarum.
1. Membuat Simpul Hidup
Buat lilitan ujung benang. Ujung yang panjang dari benang (yang tersambung ke bola) harus berada di atas ujung pendek.
Tempatkan lilitan di atas benang ke sisi lilitan.
Ambil benang melalui lilitan, kemudian tarik perlahan melalui lilitan. Tetapi jangan tarik terlalu banyak, karena ujungnya yang longgar bisa terlepas.
Tarik simpul dengan erat, sambil mempertahankan agar lilitan di atas tetap terbuka.
Masukkan lilitan yang baru tersebut ke dalam satu jarum rajut.
Tarik kedua ujungnya untuk mengencangkan simpul disekitar jarum.
2. Membuat Tusukan Awal
Pada saat membuat tusukan awal, tambahkan jahitan-jahitan awal ke jarum agar tidak lepas.
Pegang jarum yang berisi simpul hidup di tangan kanan.
Gantungkan benang kerja, yaitu benang yang sudah tersambung ke bola benang, di belakang tangan kiri dan melewati telapak tangan. Lalu, singkirkan benang ekor, yaitu ujung pendek benang yang tidak tersambung ke apa pun.
Letakkan jarum di bawah benang melewati telapak tangan.
Tarik ke luar telapak tangan dari benang, dan sekarang sudah terbentuk lilitan di sekitar jarum rajut.
Tarik kencang lilitan tersebut dengan menarik benang kerja.
Ulangi proses ini dengan tangan dan benang sampai selesai membuat tusukan untuk jahitan sebanyak yang diinginkan.
3. Jahitan Rajut
Pegang jarum yang ada jahitannya di tangan kiri, dan pegang jarum yang tidak ada jahitan di tangan kanan. Coba lilitkan benang kerja di sekeliling jari tengah tangan kanan.
Sisipkan jarum yang tanpa jahitan ke bawah bagian depan lilitan pertama (yang paling dekat ke ujung jarum), dan dorong masuk sehingga jarum yang di sebelah kanan berada di belakang jarum yang di kiri.
Pastikan benang kerja, atau benang yang tersambung ke bola benang, berada di belakang jarum.
Ambil benang kerja yang tersambung ke bola benang (bukan benang ekor), dan belitkan di sekeliling jarum kanan berlawanan arah jarum jam, sehingga benang itu berada di antara dua jarum. Belitkan benang dari belakang ke depan.
Lihat di antara dua jarum tersebut. Gerakkan jarum kanan ke atas dan ke bawah untuk menempatkannya lewat lubang sebelah kiri.
Tusukkan jarum kanan melalui lubang di sebelah kiri ke bagian depan jarum kiri. Lakukan proses ini dengan perlahanlahan, untuk memastikan bahwa lilitan yang dibuat tidak keluar dari jarum.
Karena sudah mendapat jahitan baru, tarik jahitan lama keluar. Pegang pada jahitan yang belum dirajut di jarum sebelah kiri dengan tangan kiri, dan bawa jarum kanan dan jahitan rajut ke atas dan keluar dari ujung jarum kiri.
Ulangi jahitan rajut sampai sudah merajut setiap jahitan yang ada pada jarum pertama, dan semua jahitan sudah dipindahkan ke jarum kedua.
Ganti jarum. Pindahkan jarum di tangan kanan yang berisi semua jahitan ke tangan kiri, dan pindahkan jarum di tangan kiri yang sekarang sudah kosong ke tangan kanan.
Rajut setiap baris dan teruslah berganti jarum. Terus lakukan proses ini, maka akan mulai membuat pola "jahitan garter".
4. Membuat Bola Benang Rajut
Buat bola benang. Benang rajut umumnya tersedia dalam bentuk gelendong yang tidak nyaman kalau langsung kita ambil untuk merajut, jadi langkah pertama sebelum mulai merajut adalah membuat bola benang rajut.
5. Membuat Tusukan Penutup
Buat tusukan penutup untuk mengakhiri proses merajut yang dilakukan. Ini juga dikenal dengan istilah binding off, dan akan mengubah lilitan yang tengah dibuat menjadi sisi datar bagian rajut yang sudah selesai.
Rajut dua jahitan.
Sisipkan jarum kiri ke dalam jahitan pertama pada jarum kanan atau jahitan yang berada paling kanan.
Angkat jahitan pertama melewati jahitan kedua.
Tarik keluar jarum kiri, dengan meninggalkan jahitan yang digabung pada jarum kanan.
Rajut jahitan lainnya, lalu ulangi proses ini sampai hanya satu jahitan yang tersisa pada jarum kanan.
Keluarkan jarum dari lilitan terakhir. Jaga agar lilitan tersebut tetap utuh.
Potong benang, dengan menyisakan ujung sepanjang 6 inch (15 cm).
Letakkan ujung benang yang sudah dipotong melalui lilitan dan tarik kencang.
Selesai.
Baca juga: 7 Cara Melukis untuk Pemula, Bangkitkan Jiwa Seni
Itu dia tata cara merajut kain yang mudah untuk pemula. Selamat mencoba! (Diah)
