6 Cara Menghindari Makanan dan Minuman yang Haram Ketika Bepergian

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang muslim wajib mengetahui cara menghindari makanan dan minuman yang haram ketika bepergian. Mengonsumsi makanan halal sudah pasti akan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh dan membuat perjalanan menjadi lebih tenang.
Dikutip dari halalmui.org, orang yang mengonsumsi makanan yang haram, maka amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Doanya tidak pula diperkenankan, hidupnya pun tidak akan pernah tenang. Orang itu juga akan diliputi oleh keresahan dan kecemasan yang tiada tentu.
Cara Menghindari Makanan dan Minuman yang Haram
Berikut adalah cara menghindari makanan dan minuman yang haram ketika bepergian salah satunya dikutip dari kemenag.go.id:
1. Tingkatkan pengetahuan akan bahaya perkara yang tak halal
Pertama sebagai seorang muslim, perlulah untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya makanan tak halal. Pelajari apa-apa saja yang diharamkan, tidak boleh di makan dan apa-apa saja yang bisa dimakan.
Apabila bepergian ke luar negeri, catat beberapa restoran yang memang benar halal. Selain itu catat juga istilah bahan pangan yang mengandung hal yang diharamkan dalam bahasa lokal negara tersebut.
2. Hindari tempat makan yang meragukan
Jika berada di tempat makan yang meragukan kehalalannya saat berwisata, tinggalkan saja tempat tersebut. Carilah alternatif pangan lain yang tidak meragukan dan membuat hati yakin akan kehalalan makanan tersebut.
3. Kenali kode makanan non-halal
Beberapa makanan non halal seperti babi dan anjing memiliki kode dan sebutan khusus. Pahami atau minimal tahu kode untuk makanan haram ini.
Biasanya daging anjing disebut B1 dan daging babi disebut B2. Ada juga sebutan lain di beberapa daerah misalnya istilah bipang untuk babi panggang atau sengsu alias tongseng asu atau anjing.
Kenali juga istilah olahan daging babi asal China seperti charsiu atau lapchiong. Hal ini berlaku juga ketika hendak makan di beberapa daerah dengan minoritas muslim atau saat sedang berada di luar negeri.
Baca juga: Cara Jamak Shalat Dzuhur dan Ashar, Syarat, dan Niatnya
4. Pastikan sertifikasi halal
Pastikan juga rumah makan sudah mendapatkan sertifikasi halal dengan memperhatikan ada logo Halal. Biasanya restoran yang sudah tersertifikasi halal akan memajang logo atau sertifikat halal di area restoran.
Selain itu ini berlaku juga dengan produk kemasan. Cari logo halal agar makanan dan minuman dijamin kehalalannya. Tidak hanya logo asal Indonesia yakni Halal MUI, beberapa lembaga sertifikasi halal dari beberapa negara juga bisa dijadikan pedoman.
5. Bertanya dengan sopan
Bila kurang yakin, tanyakan pada penjual makanan untuk lebih memastikan lagi. Pastikan bertanya dengan sopan tanpa menghakimi.
Misalnya, bertanya apakah masakan di sini diolah dengan angciu atau ada tambahan minyak babi. Penjual makanan tidak akan keberatan menginformasikan komposisi masakannya.
Jika ternyata menggunakan bahan non halal, katakan permintaan maaf dengan sopan saat akan meninggalkan restoran.
6. Pilih makanan vegetarian
Pilihan yang mudah untuk muslim yakni dengan makanan vegetarian. Banyak tempat makan yang menawarkan menu vegan enak. Tentu saja menu ini lebih terjamin halal karena hanya menggunakan bahan nabati.
Atau bila memungkinkan untuk mengolah makanan sendiri, juga bisa jadi opsi yang lebih baik. Meskipun hanya makan telur dan sayuran tapi dijamin halal.
Begitulah cara menghindari makanan dan minuman yang haram ketika bepergian. Dengan memperhatikan asupan makanan dan kehalalan makanan yang dikonsumsi, dapat membuat perjalanan jadi lebih tenang dan diberkahi Allah Swt. (Fitri A)
Frequently Asked Question Section
Apa kode untuk daging babi dan anjing?

Apa kode untuk daging babi dan anjing?
Biasanya daging anjing disebut B1 dan daging babi disebut B2. Ada juga sebutan lain di beberapa daerah misalnya istilah bipang untuk babi panggang atau sengsu alias tongseng asu atau anjing.
Bagaimana jika seorang muslim mengonsumsi makanan haram?

Bagaimana jika seorang muslim mengonsumsi makanan haram?
Jika seorang muslim mengonsumsi makanan yang haram, maka amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Doanya tidak pula diperkenankan, hidupnya pun tidak akan pernah tenang. Orang itu juga akan diliputi oleh keresahan dan kecemasan yang tiada tentu.
