Konten dari Pengguna

7 Cara Membalas Perkataan Orang yang Menghina Kita tanpa Terjadi Konflik

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Membalas Perkataan Orang yang Menghina Kita. Unsplash/Obie Fernandez.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Membalas Perkataan Orang yang Menghina Kita. Unsplash/Obie Fernandez.

Ketika mendapatkan penghinaan atau bullying, termasuk bercanda yang melalui batas, seseorang perlu tahu cara mempertahankan dirinya. Sebetulnya ada cara membalas perkataan orang yang menghina kita tanpa terjadi konflik.

Penghinaan dan celaan dapat merusak kebahagiaan dengan melemahkan rasa percaya diri dan harga diri. Lebih lanjut, dalam psychologytoday.com, fitnah seiring berjalannya waktu, dapat menimbulkan perasaan terisolasi, terasing, marah, cemas, dan depresi.

Cara Membalas Perkataan Orang yang Menghina Kita tanpa Terjadi Konflik

Ilustrasi Cara Membalas Perkataan Orang yang Menghina Kita. Unsplash/Afif Ramdhasuma.

Memang tidak mudah melakukan cara membalas perkataan orang yang menghina kita. Namun, sebagai cara mempertahankan diri, cara ini dapat dilakukan. Bahkan cara-cara ini juga bisa membuat pelakunya merasa tidak ditanggapi.

Berikut cara untuk membalas perkataan orang yang menghina kita atau hal-hal bullying lainnya.

1. Hindari Respons Berupa Amarah

Reaksi pertama setelah menghadapi penghinaan mungkin adalah marah. Namun, kemarahan ini juga membuat orang yang dihina terkesan telah berhasil diremehkan.

Sebaiknya, ketika mendapat penghinaan, pasanglah wajah yang terkesan biasa saja. Bila sudah terbiasa, malah respons akan lebih jelas timbul adalah dengan mengacuhkannya.

2. Jaga Jarak dari Situasi

Bila orang yang menghina adalah orang-orang terdekat, dan terkesan tidak menyadari perilakunya, buatlah seakan-akan harus menjaga jarak dari situasi penghinaan bertubi-tubi.

Cara yang bisa dilakukan pada situasi seperti ini misalnya pergi. Dengan begitu, perasaan empati akan lebih besar untuk orang lain, dan juga tidak akan membiarkan komentar buruk tersebut menyakiti diri.

3. Beri Jeda Sebelum Menanggapi

Ketika merasa komentar orang lain telah menyinggung perasaan, jangan langsung menanggapinya.Tarik napas dalam-dalam dan berikan jeda atau biarkan waktu berlalu sebelum bereaksi.

Hal ini tentu akan membuat lebih banyak perspektif tentang apa yang baru saja terjadi hingga mampu membantu diri sendiri membuat keputusan baik.

Baca juga: 7 Cara Mengontrol Emosi saat Marah

4. Menerima atau Menolak Penghinaan dengan Cara yang Bersahabat

Bila orang menggunakan nama panggilan yang menyakitkan, hingga mengejek fisik dalam upaya untuk memancing reaksi atau tingkat ketidaknyamanan, tentu ada cara yang baik untuk menanggapinya.

Untuk menghindari konflik, seseorang yang telah dihina bisa memilih salah satu dari cara ini:

  • Terima komentar: Biarkan orang yang bersangkutan tahu. Dengan tenang menjelaskan bahwa apa yang dia katakan itu benar. Pastikan diri merasa baik-baik saja dengan menerima hal itu.

  • Tolak komentar: Dengan pendekatan positif, rendah hati tetapi tegas, beri tahu orang tersebut bahwa apa yang mereka katakan atau pikirkan adalah salah.

5. Minta penjelasan

Penghinaan juga bisa timbul dan berkamuflase dengan pujian. Mintalah penjelasan pada yang bersangkutan mengapa dirinya mengatakan hal yang belum tentu benar. Lakukanlah dengan tenang.

6. Abaikan Saja

Dengan mengabaikan dan tidak memberi reaksi yang orang tersebut inginkan, orang-orang sekitar akan paham mengapa tidak perlu menghabiskan waktu, juga tenaga untuk bereaksi pada komentar yang menyinggung atau negatif.

7. Gunakan selera humor

Cara terakhir bisa dengan melawan penghinaan dengan kegembiraan dan juga humor. Cara ini bisa menjadi cara yang baik untuk memperjelas bahwa penghinaan tidak akan memainkan permainan kecil di hati atau membuat perasaan terluka.

Itulah cara membalas perkataan orang yang menghina kita tanpa terjadi konflik berkelanjutan. (Fitri A)