Konten dari Pengguna

Cara Hitung Fidyah Puasa Bagi Umat Islam

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Hitung Fidyah Puasa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Pierre
zoom-in-whitePerbesar
Cara Hitung Fidyah Puasa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Pierre

Cara hitung fidyah puasa bagi umat Islam ini perlu diperhatikan. Fidyah adalah kewajiban bagi umat muslim yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu yang dibenarkan syariat.

Contoh alasan ini adalah usia lanjut, penyakit kronis, atau kondisi kehamilan dan menyusui yang mengkhawatirkan kesehatan ibu atau bayinya. Fidyah sendiri dilakukan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.

Cara Hitung Fidyah Puasa Ramadan

Cara Hitung Fidyah Puasa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Wolfgang

Dikutip dari ubku Fikih Wanita Hamil, Yahya dkk (2016: 47), fidyah adalah sesuatu yang menempati sesuatu yang lain dan menggantikannya. Membayar fidyah adalah kewajiban bagi orang yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan. Hal tersebut karena alasan yang dibenarkan syariat.

Perhitungannya didasarkan pada jumlah hari puasa yang ditinggalkan dan besaran fidyah per hari. Hal ini sesuai dengan pendapat ulama yang diikuti. Penyaluran fidyah sendiri dilakukan kepada fakir miskin dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt.

Berikut ini adalah cara hitung fidyah puasa bagi umat Islam yang perlu diperhatikan:

  1. Tentukan jumlah hari puasa yang ditinggalkan: Hitung total hari puasa yang tidak dilaksanakan selama Ramadan.

  2. Kalikan dengan besaran fidyah per hari: Misalnya, jika mengikuti pendapat Mazhab Hanafi, besaran fidyah adalah 1,5 kg per hari. Jadi, jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari, maka fidyah yang harus dibayarkan adalah 10 hari × 1,5 kg = 15 kg beras.

Sebagian ulama, seperti dari Mazhab Hanafi, membolehkan pembayaran fidyah dalam bentuk uang. Uang tersebut harus setara dengan harga makanan pokok yang ditetapkan.

Misalnya, jika harga beras adalah Rp15.000 per kilogram, maka fidyah untuk satu hari (1,5 kg) adalah Rp22.500. Untuk 10 hari: 10 × Rp22.500 = Rp225.000.

Besaran fidyah dalam bentuk uang dapat berbeda di setiap daerah dan ditetapkan oleh lembaga resmi setempat. Contohnya, BAZNAS menetapkan nilai fidyah uang sebesar Rp60.000 per hari per jiwa untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Fidyah disalurkan kepada fakir miskin. Setiap takaran fidyah biasanya diberikan kepada satu orang fakir miskin. Namun, diperbolehkan juga memberikan fidyah untuk beberapa hari puasa yang ditinggalkan kepada satu orang fakir miskin.

Sebelum membayar fidyah, penting untuk membaca niat dengan tulus karena Allah Swt. Niat ini tidak perlu diucapkan secara lisan, cukup dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa fidyah yang dibayarkan adalah untuk mengganti puasa.

Baca juga: Cara Bayar Zakat Fitrah 2025 Online di BAZNAS dan Rumah Zakat

Itulah cara hitung fidyah puasa bagi umat Islam yang perlu diperhatikan. Semoga membantu! (Gin)