Cara Investasi Reksadana untuk Pemula demi Masa Depan

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara investasi reksadana untuk pemula penting dipahami agar meminimalkan risiko di masa depan. Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek.
Dikutip dari buku Panduan Lengkap Reksa Dana Investasiku, Adler Haymans Manurung, (2008), reksa dana merupakan portfolio asset keuangan yang terverifikasi. Reksa dana adalah perusahaan investasi terbuka yang menjual saham dengan harga penawaran dan penarikannya pada harga nilai aktiva bersihnya.
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
Memilih investasi reksa dana yang tepat akan menuntun kepada return yang tinggi dan terus meningkat. Adapun cara investasi reksadana untuk pemula adalah sebagai berikut.
1. Menentukan Platform Investasi
Cara pertama untuk melakukan investasi reksadana adalah menentukan platform investasi. Demi kemudahan pengguna, pilihlah platform reksadana online yang menjual berbagai produk reksadana dari para manajer investasi.
Sebaiknya pengguna memilih platform reksadana ternama dengan review yang baik. Beberapa contoh platform yang tepercaya adalah Indo Premiere (IPOT), Bibit, Bareksa, atau Tokopedia.
2. Memahami Jenis Reksadana
Cara selanjutnya adalah harus memahami berbagai jenis reksadana yang ada berdasarkan alokasi investasinya, berikut penjelasannya:
Reksadana Pasar Uang
Seluruh dana ditempatkan di instrumen dengan risiko rendah pada reksadana pasar uang, antara lain: Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun, dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Ketika return-nya rendah, maka risikonya pun rendah.
Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap, baik dari pemerintah maupun perusahaan swasta dialokasikan ke obligasi dengan komposisi minimal 80% atau efek utang.
Reksadana Campuran
Reksadana campuran dialokasikan sekaligus ke berbagai instrumen keuangan, seperti pasar uang, saham, deposito, dan surat utang.
Reksadana Saham
Reksadana saham dialokasikan minimal 80% ke efek saham dan sisanya ke pasar uang.
3. Menentukan Jangka Waktu
Jangka waktu investasi terdiri dari kurang dari 1 tahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan lebih dari 5 tahun. Jika ingin berinvestasi kurang dari 1 tahun, sebaiknya pilih reksadana pasar uang yang minim risiko.
Jika investasi 1-3 tahun, pilihlah reksadana pendapatan tetap. Jika investasi 3-5 tahun, pilihlah reksadana campuran. Jika ingin investasi yang lebih dari 5 tahun, pilihlah reksadana saham.
Cara investasi reksadana yang dijelaskan di atas bisa dilakukan pemula. Semakin muda usia memulai investasi, maka dana yang dikumpulkan untuk masa depan akan makin bertambah. (APR)
Baca Juga: Cara Jual Emas di Pegadaian dan Tipsnya agar Untung
