Cara Kerja Enzim Lock and Key dan Induced Fit

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara kerja enzim Lock and Key dan Induced Fit tentunya memiliki perbedaan. Enzim adalah protein yang memiliki peran penting sebagai katalisator dengan tugas mempercepat proses reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa adanya enzim, makanan dalam tubuh akan sulit dicerna.
Mengutip dari Jurnal Skripsi, Waidh Siti Munawaroh. (2012), enzim merupakan senyawa organik bermolekul yang besar dan berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tanpa memengaruhi keseimbangan reaksi.
Dalam mekanisme yang terjadi pada enzim terbagi menjadi dua, yakni model Lock and Key dan Induced Fit. Kedua model atau teori mekanisme enzim tersebut tentunya sangat berbeda. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak pembahasan di bawah ini.
Cara Kerja Enzim Lock and Key dan Teori Induced fit
Cara kerja enzim Lock and Key dan cara kerja enzim Induced Fit akan maksimal saat berada dalam kondisi yang spesifik, yaitu substrat yang sesuai. Enzim memiliki peranan sebagai pembantu dalam proses metabolisme tubuh, sehingga enzim sangatlah penting dalam tubuh.
Selain itu, enzim juga memiliki beberapa fungsi lain seperti:
Mempercepat reaksi kimia, enzim dapat membantu mempercepat reaksi kimia dalam tubuh. Enzim akan berperan mengikat molekul-molekul dan mengubahnya dengan cara tertentu.
Enzim untuk pertahanan tubuh, enzim-enzim seperti lisosom dan enzim komplemen memiliki peran sebagai pertahanan atau tameng bagi tubuh untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya dalam sistem kekebalan tubuh.
Enzim sebagai reparasi DNA, enzim juga memiliki fungsi untuk memperbaiki kerusakan yang terdapat pada DNA yang terjadi karena adanya paparan radiasi atau kesalahan replikasi. Contohnya seperti enzim DNA polimerase dan enzim ligase.
Enzim untuk detoksifikasi, enzim dalam tubuh juga dapat membantu mengubah senyawa beracun yang berhasil masuk ke dalam tubuh menjadi bentuk yang lebih mudah untuk dieksekusi oleh tubuh.
Adapun cara kerja dari enzim Lock and Key dan Induced Fit adalah sebagai berikut:
1. Teori Lock and Key
Teori Lock and Key muncul pertama kali oleh Emil Fischer pada tahun 1894. Enzim tidak dapat berikatan dengan substrat yang memiliki bentuk spesifik atau dengan isi aktif dari enzim.
Substrat yang dapat berhubungan dengan enzim ialah substrat yang memiliki bentuk yang cocok secara fisik. Oleh karena itu, teori ini diberi nama dengan lock and key atau gembok kunci.
Perumpamaan dalam teori ini yaitu substrat sebagai gembok, sedangkan enzim berperan sebagai kuncinya. Gembok dan kunci akan dapat terbuka apabila gembok dan kunci memiliki kecocokan, dan sebaliknya.
Kekurangan dari teori ini yaitu tidak mampu menjelaskan bagaimana kestabilan dari enzim terjadi.
2. Teori Induced Fit
Teori Induced Fit dicetuskan oleh seorang ilmuwan bernama Daniel Koshland pada tahun 1958. Teori ini menjelaskan bahwa enzim memiliki sisi aktif dan sisi fleksibel. Namun, enzim juga memiliki titik pengikat yang sama atau spesifik.
Teori ini menyatakan hanya substrat yang memiliki tingkat peningkatan spesifik baru yang dapat menginduksi terhadap sisi enzim, dan setelah itu akan muncul hasilnya berupa kecocokan ketika proses membentuk substrat.
Demikian adalah cara kerja enzim Lock and Key dan Induced Fit, teori Induced Fit dapat berperan sebagai pelengkap dari teori Lock and Key. (Nisa)
Baca juga: Cara Mencari Proton, Elektron, dan Neutron pada Atom
