Cara Kirim Al-Fatihah ke Ahli Kubur sebagai Doa

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara kirim Al-Fatihah ke ahli kubur (orang yang meninggal) merupakan salah satu amalan baik yang dianjurkan untuk mendoakan kebaikan serta keselamatan sesama Muslim.
Amalan tersebut juga dianjurkan dalam Hadist Riwayat Muslim No. 1631, "Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya."
Cara Kirim Al-Fatihah ke Ahli Kubur, Doa dan Amalan yang Tidak akan Terputus
Jika dilihat dari hadist di atas, diketahui bahwa ahli kubur sudah ditutup catatan amalnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara kirim Al-Fatihah ke ahli kubur untuk mendoakan serta meminta ampunan.
Untuk mengirimkan Al-Fatihah kepada seseorang yang telah meninggal, langkahnya adalah memulai dengan membaca doa pembuka seperti "ila ruhi," "ila arwah," atau "ila hadroti."
Penggunaan istilah "ila hadroti" terutama ditujukan untuk mengirimkan doa bagi individu yang dianggap istimewa menurut pilihan Allah, seperti Rasulullah SAW dan keluarganya, para Nabi, sahabat, dan Tabiin.
Sementara itu, istilah "ila arwahi" digunakan saat mengirimkan doa dan Al-Fatihah untuk banyak orang yang telah meninggal secara bersamaan. Sedangkan "ila ruhi" digunakan saat mengirimkan doa dan Al-Fatihah secara khusus untuk seseorang.
Kemudian cara melakukannya adalah dengan menyebut nama orang yang ingin didoakan saat membaca doa "ila ruhi" dan kemudian membaca surat Al-Fatihah.
Sebagai contoh, sebelum mengirim Al-Fatihah untuk seseorang yang telah meninggal, biasanya dimulai dengan memberikan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan memberikan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, kita berharap bisa mendapatkan berkah dan syafaat.
Untuk mengirim Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, membaca pembukaan dengan kata-kata seperti ini, "Ila hadrotinn nabiyyil musthofa, Muhammad shollalloohu 'alaihi wasallam Al-Fatihah..." Setelah itu, kita melanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.
Setelah membaca Al-Fatihah untuk Nabi Muhammad SAW, langkah selanjutnya dalam mengirimkan Al-Fatihah kepada seseorang yang telah meninggal adalah dengan mengucapkan, "Khususon ila ruhi."
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa doa yang kita panjatkan kepada orang yang telah meninggal mencapai mereka dengan sepenuhnya dan sesuai dengan yang diharapkan.
Setelah mengirimkan Al-Fatihah bisa dilanjutkan dengan membaca istighfar, tahlil, surat pendek, hingga Yasin dengan niat diberikan kepada ahli kubur.
Itulah cara kirim Al-Fatihah ke ahli kubur sebagai amalan yang dianjurkan dan doa yang bermanfaat bagi yang sudah meninggal. (Andi)
Baca juga: Cara Menulis Amin yang Benar Sesuai Kaidah Bahasa Arab
