Cara Melihat Hilal Ramadhan dengan Tepat untuk Menentukan Puasa dan Idulfitri

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hilal adalah salah satu metode yang digunakan untuk menentukan awal Ramadan dan Idulfitri. Di Indonesia sendiri, metode ini sangatlah familier. Namun, sebenarnya bagaimana tata cara melihat hilal Ramadhan dan Idulfitri?
Pertanyaan ini memang kerap kali ditanyakan oleh masyarakat awam. Sebab, masih ada sebagian orang yang belum mengerti bagaimana metode tersebut bekerja.
Cara Melihat Hilal Ramadhan dengan Tepat
Mengutip dari buku Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi (2015:499), apabila hilal Ramadan terlihat pada malam ketiga puluh bulan Syakban, maka telah masuk bulan Ramadhan dan diwajibkan berpuasa.
Lantas, yang sering ditanyakan oleh masyarakat muslim adalah bagaimana tata cara melihat hilal Ramadhan? Bagi yang penasaran, berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.
1. Rukyatul Hilal atau Pengamatan Langsung
Rukyatul hilal merupakan metode melihat hilal secara langsung dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu optik, seperti teleskop. Pengamatan ini biasanya dilakukan pada hari ke-29 bulan berjalan setelah matahari terbenam.
Jika hilal terlihat, maka bulan baru dimulai keesokan harinya. Sementara jika tidak terlihat, bulan digenapkan menjadi 30 hari. Adapun beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan rukyatul hilal, yakni:
Cuaca yang cerah tanpa awan.
Posisi badan yang cukup tinggi di atas ufuk.
Jarak elongasi, yakni sudut antara matahari dan bulan, yang cukup besar.
Kemampuan pengamat dalam mengenali hilal.
2. Menggunakan Alat Optik
Dalam perkembangannya, proses rukyatul hilal saat ini dibantu dengan alat optik, seperti teleskop atau sensor kamera. Pasalnya, alat ini dianggap sensitif dalam menangkap cahaya hilal.
Dengan adanya alat ini, maka hilal yang sangat tipis dan sulit diamati dengan mata telanjang, bisa dideteksi dengan lebih akurat.
3. Hisab Astronomis
Hisab merupakan metode perhitungan astronomis yang digunakan untuk memprediksi posisi hilal sesuai dengan data peredaran bulan dan matahari. Di Indonesia, metode ini digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan HIjriah, termasuk Ramadan dan Syawal.
Hisab ini akan memastikan kapan hilal sudah wujud, meski tidak terlihat dengan mata telanjang. Adapun perhitungan dilakukan sesuai tiga kriteria, yakni:
Telah terjadi ijtima' (konjungsi) antara matahari dan bulan.
Ijtima' terjadi sebelum matahari terbenam.
Pada saat matahari terbenam, bulan sudah berada di atas ufuk.
Baca Juga: 5 Cara Terhindar dari Riba yang Dilarang dalam Islam
Demikian tiga cara melihat hilal Ramadhan dengan tepat untuk mengetahui kapan awal bulan puasa dan Idulfitri tiba. (Anne)
