Cara Memandikan Jenazah Laki-laki sesuai Syariat Islam

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu kewajiban seorang muslim kepada saudaranya yang meninggal adalah memandikan dan menguburkannya. Namun perlu diketahui, cara memandikan jenazah laki-laki dan perempuan berbeda.
Berdasarkan laman kalbarprov.go.id, dalam Islam, hukum mengurus jenazah adalah Fardu Kifayah yang artinya diantara umat Islam diwajibkan memiliki ilmu pengetahuan yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Niat dan Cara Memandikan Jenazah Laki-laki
Simak niat dan cara memandikan jenazah laki-laki sesuai ajaran Islam berikut ini:
1. Niat
Sebelum memulai proses pemulasaran jenazah laki-laki, penting untuk mengetahui niat yang harus dibaca. Niat pemulasaran jenazah laki-laki adalah sebagai berikut:
Nawaitul ghusla adaa 'an hadzal mayyiti lillahi ta'aalaa.
Artinya niat saya adalah untuk menjalankan tugas pemulasaran jenazah pria ini dengan penuh kepatuhan kepada Allah Ta'ala.
2. Proses Pemandian
Pertama, letakkan jenazah dengan kepala agak tinggi di tempat yang telah disiapkan. Pastikan orang yang melakukan pemandian mengenakan sarung tangan.
Selanjutnya, gantilah kain penutup pada jenazah dengan kain basahan untuk menjaga auratnya tersembunyi. Selama pemandian, bersihkan gigi, lubang hidung, lubang telinga, ketiak, sela-sela jari tangan dan kaki, serta merapikan rambutnya.
Langkah berikutnya adalah membersihkan kotoran yang mungkin keluar dari jenazah, baik dari depan maupun belakang. Ini dilakukan dengan cara menekan perut jenazah dengan lembut untuk mengeluarkan apa pun yang ada di dalamnya. Kemudian, seluruh tubuh jenazah dibilas dengan air sabun.
Setelahnya, jenazah disiram dengan air bersih sambil berniat sesuai dengan jenis kelamin jenazah.
Dilanjutkan dengan membaca niat pemandian jenazah laki-laki.
Setelah membaca niat, jenazah dimiringkan ke sisi kanan untuk membersihkan bagian samping perutnya. Kemudian seluruh tubuh jenazah disiram dengan air bersih mulai dari kepala hingga ujung kaki, diikuti dengan penyiraman air kapur barus.
Jenazah kemudian diwudukan seperti saat berwudu sebelum salat. Selama proses ini, perlakukan jenazah dengan lembut saat membalikkan dan membersihkan anggota tubuhnya.
Jika ada najis yang keluar dari jenazah setelah pemandian dan mengenai tubuhnya, itu harus dibuang, dan jenazah harus dimandikan kembali. Namun, jika najis keluar setelah jenazah dikafani, pemandian tidak perlu diulang, cukup dengan menghilangkan najis tersebut.
Setelah selesai disiram dan dibersihkan, jenazah dikeringkan dengan handuk dan rambutnya dikepang. Ini dilakukan untuk memastikan tubuh jenazah kering sehingga tidak mengotori kain kafannya.
Terakhir, sebelum jenazah dikafani, berikan wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol, biasanya menggunakan air kapur barus.
Itulah niat dan tata cara memandikan jenazah laki-laki yang wajib dipahami oleh umat Islam. (Andi)
Baca juga: Cara Bertawasul untuk Hajat dengan Panduan Bacaannya
