Cara Membuat Brem, Camilan khas Madiun yang Lezat

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rindu kampung halaman di Madiun? Coba obati dengan membuat oleh-oleh khas Madiun, yaitu brem. Cara membuat brem juga tidak sulit dan hanya memerlukan sedikit bahan.
Dikutip dari warisanbudaya.kemendikbud.go.id, brem terbuat dari fermentasi beras ketan yang mengandung banyak manfaat seperti mengurangi jerawat karena kandungannya baik untuk kulit. Brem menjadi icon jajanan yang khas dari kota Madiun.
Resep dan Cara Membuat Brem yang Enak dan Padat
Untuk resep dan cara membuat brem cukup mudah, siapkan bahan-bahan dan ikuti penjelasan selengkapnya di bawah ini:
1. Bahan yang Diperlukan
500 gram beras ketan putih
1 sendok teh ragi tape
1,5 sendok makan soda kue
Air secukupnya
2. Langkah Membuat Brem
Pertama, mulailah dengan mencuci beras ketan beberapa kali dan rendam selama dua jam.
Kemudian buang air dari perendaman, kukus beras ketan selama satu jam hingga matang. Angkat dan biarkan dingin.
Selanjutnya taburkan beras ketan yang sudah dingin dengan ragi tape, aduk hingga merata agar ragi tercampur.
Pindahkan campuran ini ke dalam wadah, tutup dengan kain bersih, dan biarkan selama 7 hari untuk proses fermentasi.
Setelah itu, saring dan peras tape ketan untuk mendapatkan air sari tape yang telah terfermentasi.
Rebus air sari tape dalam panci dengan api kecil hingga mengental, lalu tambahkan soda kue secara bertahap sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan berubah menjadi pasta putih.
Jika sudah, siapkan cetakan kue brem, tuang adonan ke dalam cetakan, ratakan permukaannya, lalu diamkan semalaman atau beberapa hari hingga adonan memadat.
Setelah benar-benar padat, keluarkan dari cetakan, dan kue brem padat siap untuk disajikan.
Brem yang telah jadi siap dinikmati untuk mengobati rasa rindu pada Madiun.
Sebagai infomasi tambahan, jajanan brem sebenarnya memiliki dua bentuk. Bentuk pertama brem berasal dari Kabupaten Madiun, Kecamatan Karuban, yang dihasilkan dari dua desa, yaitu Bancong dan Kaliabu.
Sementara itu, bentuk kedua brem berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, berbentuk lempengan bulat pipih dengan diameter rata-rata 5 cm dan ketebalan sekitar 0,3 cm.
Brem Wonogiri berwarna putih dan dikeringkan langsung di bawah sinar matahari selama tiga hari. Namun masyarakat umumnya lebih populer dengan brem khas Madiun.
Demikian resep dan cara membuat brem yang dapat mengobati kerinduan dengan kampung halaman. (Andi)
Baca juga: Cara Membuat Bihun Kuah yang Menggugah Selera
