Cara Membuat Fish Bone Diagram untuk Memecahkan Masalah

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui cara membuat fish bone diagram memungkinkan untuk memecahkan masalah secara mudah. Fish bone diagram sering disebut juga dengan nama diagram tulang ikan ataupun cause effect diagram.
Berdasarkan Buku Pengayaan Uji Kompetensi Manajemen Keperawatan, Tim EduNers, dkk., (2021:19), fish bone merupakan metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah dengan melakukan analisis sebab dan akibat suatu keadaan dalam diagram yang menyerupai tulang ikan.
Fish bone berfungsi sebagai alat identifikasi berbagai penyebab yang mungkin timbul dari suatu masalah dan kemudian memisahkan akar penyebabnya. Selain itu, fish bone juga dapat membantu proses identifikasi solusi bisa membantu menyelesaikan masalah itu.
Cara Membuat Fish Bone Diagram
Berikut merupakan cara membuat fish bone diagram untuk memecahkan permasalahan mengutip dari buku Hoe To Creat World Class Company, Dermawan Wibisono, (2013:301).
Gambarkan diagram tulang ikan.
Kemudian, buat daftar masalah atau isu yang dipelajari di 'kepala ikan'.
Lalu berikan label pada tiap-tiap "tulang". Kategori utama yang biasa dipakai adalah: 4 M (Method, Machine, Material, Manpower), 4P (Place, Procedure, People, Policies), dan 4S (Surrounding, Supplier, System, Skill). Kategori tersebut dapat dikombinasikan untuk memperkaya ide dan membantu dalam pengorganisasian ide.
Gunakan teknik idea-generating, misalnya brainstorming untuk mengidentifikasi faktor pada tiap kategori yang mungkin menyebabkan masalah atau isu dan atau akibat yang sedang dihadapi.
Perkaya ide dengan memunculkan pertanyaan seperti: "Apa yang menyebabkan atau mengakibatkan masalah yang sedang dihadapi..."
Kemudian ulangi prosedur di atas untuk masing-masing faktor kategori yang menghasilkan sub-faktor. Lanjutkan dengan pertanyaan: "Mengapa ini terjadi.." dan tambahkan segmen tambahan pada tiap faktor juga tiap sub-faktor.
Lanjutkan sampai tidak ada lagi informasi penting saat timbul pertanyaan: "Mengapa itu terjadi.."
Analisis hasil dari fish bone diagram setelah anggota tim menyetujui bahwa jumlah yang tepat telah ditambahkan dan menggambarkan secara detail pada tiap kategori atau sub-kategori.
Jika terdapat beberapa hal yang sepertinya berulang pada kategori yang lain, ini disebut sebagai 'penyebab yang paling umum'.
Untuk masing-masing item yang masuk dalam kategori 'penyebab yang paling umum', tim harus meraih konsensus dalam daftar menurut prioritas, di mana prioritas pertama adalah 'penyebab paling mungkin'.
Demikian cara membuat fish bone diagram. Dengan menggunakan metode tersebut, masalah dapat dipecahkan dengan lebih cepat. (Adm)
Baca juga: Contoh Cara Memecahkan Masalah dengan Dekomposisi dalam Dunia Kepolisian
