Cara Membuat Siklus Air untuk Pelajar

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat siklus air untuk media pembelajaran memang cukup mudah. Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Mengutip dari buku Konservasi Tanah dan Air yang ditulis oleh Sitanala Arsyad (2009: 55), manfaat air tidak hanya untuk mendukung keberlangsungan setiap makhluk hidup saja, bahkan air dapat dimanfaatkan sebagai pengangkutan (transportasi), sumber energi, dan berbagai keperluan lainnya.
Cara Membuat Siklus Air untuk Media Pembelajaran
Berikut ini tips dan trik akan memberikan beberapa cara membuat siklus air untuk media pembelajaran anak sekolah:
Bahan:
1 karton warna biru
1 karton warna hijau
1 kardus bekas
1 kantong kresek bening
Lem kertas
Selotip
Kertas lipat
1 kertas buffalo warna coklat
1 kertas buffalo warna merah muda
1 buffalo warna merah muda
Krayon warna abu abu
Cara Pembuatan:
Membuat Pola:
Buatlah pola awan sebanyak 7 potongan dengan kertas buffalo putih dan beri warna abu-abu pada 3 pola awan.
Buatlah pola pohon sebanyak 5 buah menggunakan kertas buffalo coklat sebagai batangnya dan buffalo hijau sebagai daunnya.
Buat pola matahari dengan kertas lipat berwarna kuning.
Buatlah pola dinding rumah dengan menggunakan buffalo berwarna merah muda.
Potong ½ kertas buffalo merah mudah secara vertikal lalu lipat dan lem di bagian ujungnya menjadi bentuk kotak sebagai dinding rumah. Kemudian buat pola rumah dan jendela dengan kertas lipat kemudian gunting dan tempelkan pada bentuk dinding rumah tersebut.
Lalu buat pola atap rumah dengan memotong ½ kertas buffalo coklat dan lipat menjadi 2.
Buatlah pola rumput-rumputan mengunakan kertas buffalo hijau.
Kemudian, buatlah tulisan evaporasi, kondensasi dan presipitasi pada kertas lipat dengan warna yang berbeda.
Bagian atas:
Ambil bagian kardus yang lain, lipat ± 5cm bagian pinggirnya dan satukan dengan bagian atas dengan cara di tegakkan. Lalu rekatkan dengan selotip.
Tutup lapisan kardus dengan kertas karton berwarna biru.
Bagian dasar:
Potong kardus untuk dijadikan alas dengan ukuran 45x30cm
Lapisi dengan kertas karton warna hijau
Tempelkan pola rumah tersebut diatas karton hijau. Kemudian tempelkan juga pola atap pada dinding rumah
Ambil kantong kresek kemudian gunting secara memanjang lalu tempelkan secara memanjang di atas karton hijau menggunakan selotip. Kantong kresek ini berfungsi sebagai sungai.
Ambil pola rumput-rumputan dan tempel di bagian pola kantung kresek. Agar menutupi bagian pingir kantung kresek.
Kemudian, ambil pola pohon dan tempelkan di beberapa tempat pada karton hijau.
Ambil pola matahari, kemudian tempelkan pada bagian atas dan sesuaikan lurus dengan bagian pola sungai pada karton hijau.
Tempelkan pola awan putih di sebelah kiri matahari.
Kemudian, tempelkan awan berwarna abu-abu di sebelah kiri awan putih dan gambarlah rintik hujan di bawah awan abu-abu.
Lalu, ambil tulisan evaporasi dan tempelkan di tengah-tengah antara sungai dan matahari.
Kemudian, tempelkan pola kondensasi di antara awan putih dan matahari.
Selanjutnya, tempelkan pola presipitasi di bagian gambar rintik hujan.
Media pembelajaran siklus air siap untuk digunakan
Baca Juga: Cara Memainkan Alat Musik Pianika agar Cepat Hafal Not
Ketahuilah cara membuat siklus air dengan mudah untuk media pembelajaran. Sehingga pelajar lebih bisa memahami materi ilmu pengetahuan alam tentang siklus air. (ananda)
