Cara Memegang Peluru yang Benar dalam Olahraga Tolak Peluru

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu cabang olahraga atletik yang cukup populer adalah tolak peluru. Meski terlihat sederhana karena hanya melemparkan peluru sejauh mungkin, tapi ada teknik khusus cara memegang peluru yang benar.
Jika belum menguasai tekniknya, maka peluru yang dilempar jaraknya tidak akan jauh. Selain itu, posisi tangan yang tidak tepat saat memegang peluru juga dapat menyebabkan cidera.
Cara Memegang Peluru yang Benar
Dalam olahraga tolak peluru, atlet harus menempatkan bola besi bulat sejauh mungkin ke arah sasaran. Untuk mencapai hasil yang optimal, atlet harus memahami cara memegang peluru yang benar dalam olahraga tolak peluru.
Sebagaimana dikutip dari kemendikbud.go.id, berikut teknik memegang peluru yang benar:
Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Cocok untuk orang yang berjari kuat dan panjang.
Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara.
Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Setelah mengetahui teknik dasar memegang peluru, inilah cara memegang peluru yang benar dalam olahraga tolak peluru untuk para atlet:
Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas.
Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari tangan.
Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar.
Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) di leher.
Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan.
Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku, tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks).
Tangan dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.
Baca Juga: Cara Melakukan Ayunan Lengan dalam Lari Jarak Pendek
Cara memegang peluru yang benar dalam olahraga tolak peluru adalah dengan meletakkan peluru di pangkal jari-jari tangan dan menggunakan jari kelingking dan ibu jari sebagai penopang peluru. Titik berat peluru harus diletakan pada telapak tangan, bukan pada jari-jari, agar tolakan lebih optimal dan mencegah cidera.(glg)
