Cara Mencari Break Even Point, Pengertian, dan Contoh Soalnya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Break even point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihasilkan. Cara mencari break even point perlu diketahui para pengusaha.
Break even point merupakan alat yang penting dalam analisis keuangan dan perencanaan bisnis, karena dapat membantu perusahaan untuk mengetahui jumlah penjualan minimum yang diperlukan agar tidak mengalami kerugian.
Pengertian Break Even Point
Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Otomatisasi dan Tata Kelola, Wakhid Bashori dan Windu Mahmud (2021: 18), BEP dapat diartikan sebagai suatu keadaan di mana total pendapatan besarnya sama dengan total biaya.
Sedangkan menurut Mulyadi (1997), BEP atau impas adalah keadaan suatu usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Dengan kata lain, suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya.
Cara Mencari Break Even Point
Break even point dihitung untuk menentukan jumlah unit atau pendapatan yang diperlukan agar perusahaan mencapai titik impas. Berikut adalah cara mencari break even point lengkap dengan contoh soalnya:
BEP = Biaya Tetap/(Harga per Unit/Biaya Variabel per Unit).
BEP = Biaya Tetap/(Kontribusi Margin per Unit/Harga per Unit).
Keterangan:
Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan output yang bervariasi (misalnya gaji, sewa, mesin bangunan).
Harga jual per unit adalah harga jual (unit selling price) per unit.
Biaya variabel per unit adalah biaya variabel yang dikeluarkan untuk membuat unit.
Setelah mengetahui rumus mencari BEP, agar lebih mudah memahaminya. Berikut contoh mencari BEP:
Seorang akuntan manajer perusahaan PT. ABC, yang bertanggung jawab dalam operasional produksi dan persediaan supply ingin mengetahui jumlah sales yang diperlukan untuk menutup biaya operasional sebesar Rp50.000.000 dan menginginkan keuntungan sebesar Rp20.000.000. Penyabaran biaya yang dikeluarakan untuk operasinya adalah sebagai berikut:
Total biaya tetap = 50.000.000
Biaya variabel per unit = 30.000
Harga jual per unit = 50.000
Keuntungan yang di inginkan = 20.000.000
Pertanyaan: Perusahaan harus menjual berapa unit agar tidak mengalami kerugian?
Jawaban:
BEP = 50.000.000 : (margin kontribusi)
BEP = 50.000.000 : (50.000 – 30.000)
BEP = 50.000.000 : 20.000
BEP = 2500 Unit
Artinya perusahaan harus menjual 2500 Unit agar tidak mengalami kerugian, tetapi jika hanya menjual 250 unit perusahaan ABC juga tidak akan memperoleh keuntungan.
Baca Juga: Cara Menghitung Modal Akhir pada Laporan Keuangan
BEP ini adalah perhitungan perusahaan yang tidak mengalami kerugiaan atau keuntungan. Cara mencari break even point yang lengkap dengan pengertian dan contohnya di atas bisa menjadi acuan bagi yang ingin menjalankan bisnis. (Umi)
Frequently Asked Question Section
Apa itu Break Even Point?

Apa itu Break Even Point?
Break Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.
Apa rumus BEP?

Apa rumus BEP?
- BEP = Biaya Tetap/(Harga per Unit/Biaya Variabel per Unit). - BEP = Biaya Tetap/(Kontribusi Margin per Unit/Harga per Unit). Keterangan: - Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan output yang bervariasi (misalnya gaji, sewa, mesin bangunan). - Harga jual per unit adalah harga jual (unit selling price) per unit. - Biaya variabel per unit adalah biaya variabel yang dikeluarkan untuk membuat unit.
