Konten dari Pengguna

Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang Benar

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan, Unsplash/Towfiqu barbhuiya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan, Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Cara menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang benar perlu diketahui oleh pelaku bisnis. Harga Pokok Penjualan merupakan komponen penting dalam suatu perusahaan dan biasanya digunakan baik oleh perusahaan manufaktur maupun perusahaan dagang.

Harga Pokok Penjualan penting untuk diperhitungkan supaya bisnis bisa menentukan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan dan memperoleh keuntungan yang optimal.

HPP melibatkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk, seperti biaya upah tenaga kerja langsung, biaya bahan tambahan, dan biaya.

Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan

Ilustrasi Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan, Unsplash/Scott Graham

Inilah cara menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang harus diketahui oleh pelaku bisnis.

Berdasarkan buku Akuntansi Keuangan Menengah oleh Renika Hasibuas, dkk (2022), harga pokok penjualan terdiri atas harga beli barang ditambah dengan ongkos angkut pembelian.

Sebagai contoh, perusahaan menjual satu TV, jumlah yang dibayar kepada dealer adalah Rp2.500.000, ongkos angkut Rp150.000, bila televisi tersebut telah terjual, maka harga pokok penjualan televisi tersebut adalah Rp2.500.000 + Rp150.000 = Rp2.650.000.

Cukup mudah untuk menghitung Harga Pokok Penjualan, bila barang yang dibeli jumlahnya relatif sedikit. Jika barang yang dijual jumlahnya banyak, berbagai jenis dan harganya berbeda-beda.

Untuk menentukan besarnya harga pokok penjualan adalah harga beli ditambah ongkos angkut pembelian. Jadi, yang dihitung adalah harga pokok penjualan untuk keseluruhan barang yang dijual.

Contoh, selama tahun 2020 perusahaan telah melakukan pembelian sejumlah produk seharga RP5.500.000, ongkos angkut pembelian selama tahun tersebut adalah Rp500.000. Dengan demikian, harga pokok penjualan (HPP) dihitung sebagai berikut:

HPP = harga pokok pembelian + ongkos angkut pembelian

HPP = Rp5.500.000 + Rp500.000 = Rp6.000.000

Cara agar mudah dalam menentukan Harga Pokok Penjualan maka setiap pembelian barang dagangan dicatat dalam akun pembelian dan setiap terjadi biaya angkut pembelian dicatat dalam akun ongkos angkut pembelian.

Jika dalam transaksi penjualan terdapat potongan tunai penjualan, retur dan rabat penjualan, maka menghitung Harga Pokok Penjualan dengan menggunakan konsep sebelumnya dengan mempertimbangkan potongan tersebut.

Itulah cara menentukan Harga Pokok Penjualan dengan benar. Pastikan untuk memperhitungkan dengan teliti agar perusahaan tidak rugi. (Adm)

Baca juga: 2 Cara Menghitung Penjualan Bersih

Frequently Asked Question Section

Harga pokok penjualan terdiri dari apa saja?

chevron-down

Harga pokok penjualan terdiri atas harga beli barang ditambah dengan ongkos angkut pembelian.

Apa rumus HPP?

chevron-down

HPP = harga pokok pembelian + ongkos angkut pembelian.