Konten dari Pengguna

Cara Menetaskan Telur Ayam hingga Berhasil

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Cara Menetaskan Telur Ayam hingga Berhasil, Unsplash/Daniel Tutte.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Cara Menetaskan Telur Ayam hingga Berhasil, Unsplash/Daniel Tutte.

Cara menetaskan telur ayam hingga berhasil tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan membantu menetaskan telur ayam.

Dikutip dari buku Sukses Menetaskan Telur Ayam, Tim Redaksi AgroMedia Pustaka, penetasan telur ayam dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara alami yang dierami langsung oleh induk ayam, dan penetasan buatan yang dilakukan dengan bantuan mesin tetas.

Cara Menetaskan Telur Ayam

ilustrasi Cara Menetaskan Telur Ayam hingga Berhasil, Unsplash.com.

Dikutip dari buku Ayam Arab & Poncin Unggul, Syahrul Kholis, dalam cara menetaskan telur ayam, alat tetas yang digunakan biasanya memanfaatkan lampu listrik atau lampu minyak tanah sebagai sumber panas.

Masukkan telur ayam ke dalam mesin tetas, kemudian biarkan telur selama 20 hingga 21 hari. Tak hanya itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan mesin tetas seperti berikut ini.

1. Kelembapan

Kelembapan ideal dari mesin tetas telur ayam antara 60%-70%. Jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebab bisa mematikan embrio di dalam telur. Untuk menjaga kelembapan, beberapa hal sebagai berikut harus diperhatikan.

  • Pertahankan kekonstanan temperatur alat tetas.

  • Atur ventilasi alat tetas.

  • Tambahkan air dalam nampan jika volume air menyusut.

  • Berikan sehelai kain atau kapas yang ditata merata pada dasar nampan agar kelembapan merata.

  • Gunakan selalu higrometer untuk mengetahui kelembapan.

2. Temperatur

Usahakan suhu berada pada kisaran 38°-40°C(101-105°F). Supaya suhu terjamin, alat tetas harus berada dalam keadaan tertutup, kecuali bagian ventilasinya bervariasi. Putar telur agar panas yang diterima merata.

Letak telur harus selalu berada dalam keadaan miring (40°) dengan ujung tumpul berada di atas. Untuk memudahkan pemutaran, bidang telur diberi tanda, misalnya A, B, atau C di salah satu sisinya, sehingga diketahui bagian mana yang belum diputar.

Pemutaran itu sendiri mulai dilakukan pada usia hari ke-4 penetasan dan dihentikan pada hari ke-19. Pemutaran dilakukan horisontal, sehingga bagian tumpulnya tetap di atas.

3. Pendinginan

Pendinginan telur dilakukan dua kali selama masa penetasan, yaitu dimulai pada hari ke-4 dan dihentikan pada hari ke-19. Pendinginan dilakukan selama 15 menit, sama dengan induk ayam ketika turun makan dan minum.

4. Peneropongan

Peneropongan telur harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya embrio yang mati. Peneropongan bisa dilakukan pada hari ke-14 dan ke-18. Telur yang mati harus segera dikeluarkan agar tidak mencemari yang lain.

Peneropongan bisa dilakukan dengan menggunakan gulungan kertas yang diarahkan ke tempat terang atau lampu.

Dengan memperhatikan cara menetaskan telur ayam hingga berhasil menggunakan alat tetat di atas, dijamin tidak akan terjadi telur gagal menetas.

Baca Juga : Cara Buat Bubur Ayam Enak dan Gurih untuk Sarapan