Cara Menghangatkan ASI dalam Dot agar Tahan Lama

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi bunda yang menyimpan ASI di kotak pendingin, penting untuk mengetahui cara menghangatkan ASI dalam dot, agar bayi dapat mengonsumsinya dengan nyaman. Cara menghangatkan ASI yang benar akan membuat kualitas ASI tidak berkurang.
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik untuk bayi yang baru lahir. Banyak ibu memilih untuk memberikan ASI kepada bayinya karena manfaat kesehatan yang melimpah.
3 Cara Menghangatkan ASI dalam Dot dengan Benar
Mengutip dari buku Mompreneur Jempolan: Kiat-kiat Sukses menjadi Wanita Karir karya Adistia Indira Kamania (2016: 67). Beginilah cara menghangatkan ASI dalam dot agar tahan lama.
1. Gunakan metode pemanasan air
Siapkan panci berukuran cukup besar dan isi dengan air. Pastikan jumlah air yang bunda tuangkan cukup untuk merendam botol bayi atau dot secara menyeluruh.
Panaskan air dalam panci menggunakan kompor dengan api sedang. Jangan biarkan air mendidih karena suhu yang terlalu tinggi dapat merusak nutrisi dalam ASI.
Setelah air mencapai suhu yang diinginkan sekitar 37-40 derajat Celsius, matikan kompor.
Letakkan botol bayi atau dot yang berisi ASI ke dalam air hangat. Pastikan dot terendam sepenuhnya dalam air. Biarkan ASI menghangat selama beberapa menit, sambil sesekali menggoyang-goyangkan botol untuk meratakan suhu ASI.
2. Pemanas botol bayi listrik
Bunda perlu menuangkan air ke dalam pemanas sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
Setelah itu, tempatkan botol bayi atau dot yang berisi ASI di dalam pemanas.
Nyalakan pemanas sesuai dengan instruksi dan biarkan pemanas melakukan tugasnya hingga ASI mencapai suhu yang diinginkan.
3. Pemanas botol bayi berbasis uap
Isi reservoir pemanas dengan air sesuai petunjuk yang diberikan.
Tempatkan botol bayi atau dot yang berisi ASI di dalam rak pemanas.
Nyalakan pemanas dan biarkan uap hangat mengelilingi botol bayi atau dot hingga ASI mencapai suhu yang diinginkan.
Hal-hal yang Dapat Merusak Nutrisi ASI
Nutrisi ASI sangat penting untuk di perhatikan, supaya bayi tetap sehat dan tumbuh dengan cepat. Hindari hal-hal berikut ketika menghangatkan ASI:
1. Hindari menggunakan microwave
Meskipun microwave dapat memanaskan ASI dengan cepat, tetapi penggunaannya tidak dianjurkan.
Microwave dapat menyebabkan suhu yang tidak merata, sehingga ada risiko terjadinya "hot spots" yang dapat membakar bayi bunda. Selain itu, microwave juga dapat merusak nutrisi dalam ASI.
2. Perhatikan suhu ASI
Saat menghangatkan ASI dalam dot, perhatikan suhu ASI yang diinginkan. Jangan biarkan ASI terlalu panas, karena dapat membahayakan bayi. Selalu periksa suhu ASI dengan mencoba tetes kecil pada pergelangan tangan sebelum memberikannya kepada bayi.
3. Perhatikan batas waktu
ASI yang sudah dipanaskan harus digunakan dalam waktu yang wajar. Idealnya, ASI harus dikonsumsi dalam satu jam setelah dipanaskan. Jika ASI tidak digunakan dalam waktu tersebut, sebaiknya buang sisa ASI dan jangan memberikannya kepada bayi.
Cara menghangatkan ASI dalam dot agar tahan lama membutuhkan perhatian dan kehati-hatian, agar tidak merusak kandungan nutrisi dan bayi aman meminumnya. (ibe)
Baca juga: Cara Menghangatkan ASI agar Nutrisinya Tetap Terjaga
Frequently Asked Question Section
Apakah microwave bisa untuk memanaskan ASI?

Apakah microwave bisa untuk memanaskan ASI?
Meskipun microwave dapat memanaskan ASI dengan cepat, tetapi penggunaannya tidak dianjurkan. Microwave dapat menyebabkan suhu yang tidak merata, sehingga ada risiko terjadinya "hot spots" yang dapat membakar bayi bunda. Selain itu, microwave juga dapat merusak nutrisi dalam ASI.
Kapan ASI yang sudah dipanaskan boleh dikonsumsi?

Kapan ASI yang sudah dipanaskan boleh dikonsumsi?
Idealnya, ASI harus dikonsumsi dalam satu jam setelah dipanaskan. Jika ASI tidak digunakan dalam waktu tersebut, sebaiknya buang sisa ASI dan jangan memberikannya kepada bayi.
