Cara Menghilangkan Najis Anjing yang Sesuai Syariat Islam

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghilangkan najis anjing perlu dipahami oleh umat Islam. Najis anjing termasuk jenis najis mughalazah (kelas berat) yang harus disucikan dengan cara khusus.
Secara bahasa, najis artinya segala sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Dalam hukum syariat Islam, najis dimaknai sebagai kotoran yang dapat menghalangi sahnya ibadah sebelum disucikan.
Cara Menghilangkan Najis Anjing yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Cara menghilangkan najis anjing memiliki sedikit perbedaan dengan jenis najis lainnya. Berikut ini adalah cara menyucikan najis anjing bagi umat muslim.
Langkah pertama adalah membersihkan atau menghilangkan najis di area yang terlihat.
Benda atau bagian tubuh yang terkena najis anjing harus dicuci dengan air sebanyak tujuh kali.
Salah satu dari tujuh kali pencucian tersebut harus menggunakan bahan yang memiliki sifat membersihkan seperti tanah atau debu.
Cara menyucikan najis anjing di atas, sesuai dengan sabda Rasulullah saw berikut ini.
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْتَسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَوْلَاهُنَّ بِالتَّرَابِ.
Artinya: "Menyucikan bejana salah seorang di antara kamu apabila dijilat oleh anjing adalah dengan membasuhnya 7 kali, dan salah satunya dicampur dengan debu" (HR. Muslim).
Berbagai Macam Najis dalam Islam
Dikutip dari Buku Pintar Thaharah, Ahmad Reza (2015:127), macam-macam najis dalam Islam adalah sebagai berikut.
Air liur dan keringat anjing termasuk najis kelas berat yang harus disucikan sebanyak 7 kali, dengan salah satunya dicampur dengan tanah atau debu.
Babi merupakan binatang yang secara keseluruhan tubuhnya dianggap najis, baik itu rambut, daging, ataupun tulangnya.
Semua air kencing manusia, baik laki-laki maupun perempuan, bayi ataupun dewasa, hukumnya najis.
Daging bangkai adalah daging dari semua binatang yang hidup di darat, yang apabila mati darahnya tetap mengalir.
Darah (manusia ataupun makhluk hidup lainnya) merupakan benda yang kotor dan menjijikkan, yang pastinya termasuk najis.
Darah haid termasuk najis. Hal ini didasarkan oleh perintah Rasulullah saw kepada perempuan yang sedang haid untuk menggosok darahnya, kemudian menyiramnya dengan air.
Air sisa atau bekas minum babi termasuk najis. Sebab, air liur yang bercampur dengan air sisa minumnya juga najis.
Khamar adalah minuman yang memabukkan dan hukumnya najis.
Baca juga: Cara Menyucikan Najis Mukhaffafah untuk Umat Islam
Cara menghilangkan najis anjing adalah dengan membasuhnya sebanyak 7 kali. Salah satu pencuciannya dilakukan dengan mencampurkan tanah atau debu yang mampu menyucikan najis.(DK)
