Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Biaya Produksi dengan Rumus yang Benar

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung biaya produksi, Foto oleh Towfiqu barbhuiya di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung biaya produksi, Foto oleh Towfiqu barbhuiya di Unsplash

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat akan menjalankan suatu bisnis. Salah satunya adalah mengetahui bagaimana cara menghitung biaya produksi menggunakan rumus khusus.

Sebagai informasi, seperti yang dikutip dari laman komputerisasi-akuntansi-d4.stekom.ac.id, biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Untuk rumus khususnya bisa melihat langsung di bawah ini.

Cara Menghitung Biaya Produksi

Ilustrasi cara menghitung biaya produksi, Foto oleh Recha Oktaviani di Unsplash

Biaya produksi dapat dihitung dengan menggunakan metode full costing. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah untuk mengetahui berapa biaya produksi yang diperlukan.

Full costing adalah suatu metode yang umum dipakai oleh seorang akuntan di dunia akuntansi untuk menjelaskan kalau semua biaya yang muncul pada proses produksi akan digunakan sebagai indikator penting untuk menghitung total keseluruhan.

Adapun biaya yang dimaksud adalah:

  • Biaya variabel,

  • Biaya tetap,

  • Biaya langsung,

  • Biaya investasi,

  • Semua biaya yang digunakan dalam proses produksi.

Seperti yang sudah dibahas pada buku Penganggaran Perusahaan karya Zainah, rumus untuk menghitung biaya produksi yang umum dipakai adalah:

  • Total biaya produksi + saldo awal persediaan barang dalam produksi - saldo akhir persediaan barang dalam produksi.

Sesuai dengan rumus yang telah disebutkan, dalam perhitungan biaya produksi maka membutuhkan perhitungan total biaya produksi, saldo awal, dan akhir persediaan barang. Untuk menghitungnya, perhatikan rumus yang ada di bawah ini:

  • Saldo awal bahan baku + pembelian bahan baku - saldo akhir bahan baku.

Apabila sudah diketahui berapa jumlah bahan baku yang digunakan, langkah berikutnya dilanjutkan dengan menghitung total biaya produksi. Rumus yang dipakai tidak sulit, bahkan pemula juga bisa melakukannya.

  • Bahan baku yang digunakan + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead produksi.

Kesimpulan

Dari banyak rumus cara menghitung biaya produksi yang disebutkan di atas tadi , diketahui bahwa untuk menghitung biaya produksi maka membutuhkan hasil perhitungan dari bahan baku yang digunakan, total biaya produksi, dan harga pokok produksi.

Setiap rumus yang dipaparkan harus benar dalam perhitungannya. Mengapa begitu? alasannya karena salah memasukkan angka sedikit saja maka berpengaruh pada hasil akhirnya. Semakin teliti melakukan perhitungan, hasilnya akan mendekati valid.

Menggunakan metode full costing akan mempercepat seseorang dalam menemukan hasil dari biaya produksi yang dibutuhkan. Dengan begitu, modal dapat digunakan secara efektif sehingga hasil produksi menjadi jauh lebih bagus.

Baca juga: Manajemen Keuangan: 5 Langkah Mengelola Keuangan Bisnis dengan Tepat

Berdasarkan rumus cara menghitung biaya produksi yang sudah dijelaskan di atas, apakah masih kesulitan memahaminya atau tidak? Jika masih bingung, bisa mencari contoh penerapannya untuk dijadikan sebagai pertimbangan. (nov)

Frequently Asked Question Section

Apa itu biaya produksi?

chevron-down

Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk.

Apa rumus biaya produksi?

chevron-down

Biaya produksi = Total biaya produksi + saldo awal persediaan barang dalam produksi - saldo akhir persediaan barang dalam produksi.