Cara Menghitung GCS untuk Menilai Tingkat Kesadaran Pasien

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung GCS untuk menilai tingkat kesadaran ketika memberikan pertolongan darurat medis perlu diperhatikan. GCS adalah singkatan dari glasgow coma scale, merupakan skala yang digunakan untuk mengetahui respon kesadaran pasien.
Respon yang perlu diperhatikan mencakup tiga hal, yaitu reaksi membuka mata, bicara, dan motorik. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam derajat (skor).
Skor GCS harus dituliskan dengan tepat. Sebagai contoh, kode GCS 10 tidak mempunyai makna apa-apa. Namun jika ditulis secara detail seperti GCS 10 (E3M4V3), maka data baru bisa dibaca.
Cara Menghitung GCS untuk Menilai Kesadaran Pasien
Berdasarkan buku berjudul Manajemen Higiene GiGi (Kompromis Medis dan Berkebutuhan Khusus), Prayudha Benni Setiawan, dkk, (2023:5), berikut adalah cara menghitung GCS untuk menilai tingkat kesadaran.
1. Pembukaan Mata
Nilai (4) mata spontan membuka: pasien membuka matanya tanpa rangsangan eksternal.
Nilai (3) membuka mata: pasien membuka matanya ketika direspon terhadap rangsangan verbal.
Nilai (2) membuka mata terhadap rangsangan yang menyakitkan atau ketika diberi rangsangan nyeri: pasien membuka mata nya setelah stimulus menyakitkan diterapkan.
Nilai (1) tidak ada yang membuka mata: mata tidak membuka meski ada rangsangan verbal atau dengan rangsangan nyeri yang menyakitkan.
2. Respon Verbal
Nilai (5) berorientasi: Pasien mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan waktu, tempat, dan orang dengan benar. Jika pasien mampu menjawab semua tiga pertanyaan dengan benar maka masih mencetak sebagai berorientasi.
Nilai (4) bingung (disoriented): Pasien tidak mampu menjawab satu atau lebih dari tiga pertanyaan orientasi (waktu, tempat, dan orang) dengan benar.
Nilai (3) kata-kata yang tidak tepat: Pasien menggunakan kata-kata yang tidak tepat saat tidak ada percakapan. Sebagai contoh, pasien akan mengucapkan kata-kata tunggal atau sumpah-serapah.
Nilai (2) suara yang tidak bisa dimengerti: Pada fase ini pasien mengeluarkan suara seperti mengerang, bergumam, atau berteriak. Namun, kata-kata yang dikeluarkannya tidak bisa dimengerti.
Nilai (1) tidak ada respon verbal: Pasien tidak membuat suara atau gerakan minimal saat mendengar rangsangan verbal maupun fisik.
3. Respon Motorik
Nilai (6) mematuhi perintah: Pasien mampu melakukan tugas-tugas sederhana ketika disuruh "tunjukkan ibu jari Anda", atau "tunjukkan jari tangan kanan Anda".
Nilai (5) lokalisasi rasa sakit: Upaya pasien untuk menghapus sumber rangsangan yang menyakitkan dengan menggunakan tangannya atau mencoba untuk memindahkan bahunya jauh dari rangsangan yang menyakitkan.
Nilai (4) penarikan terhadap nyeri: Pasien melakukan respons yang cepat. Sebagai contoh, pasien mencoba untuk memindahkan tangannya atau kaki ketika rangsangan yang menyakitkan diterapkan pada jari-jarinya atau jari-jari kakinya.
Nilai (3) abnormal fleksi (decortication): Pasien menekuk siku sebagai respons terhadap stimulus yang menyakitkan. Namun, respons ini jauh lebih lambat daripada fleksi normal, dan bisa disertai dengan fleksi pergelangan tangan kejang.
Nilai (2) abnormal ekstensi (decerebration): Ketika rasa sakit sentral berlaku, pasien akan telah memperkuat siku dan rotasi internal, bahu, dan fleksi pergelangan tangan dan jari.
Nilai (1) tidak ada respon: Pasien tidak menunjukkan gerakan anggota tubuh ketika rasa sakit pusat diterapkan.
Baca juga: Cara Hitung Defisit Kalori agar Diet Berhasil
Itulah cara menghitung GCS dengan benar. Sebagai pertolongan pertama, dapat melaporkan angka GCS pada pihak medis yang menanganinya. (Adm)
