Cara Menghitung Kontraksi Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kontraksi pada ibu hamil bisa seperti keram saat menstruasi tetapi rasanya lebih kuat. Bahkan, kadang nyeri hebat hingga ke punggung atau perut bagian bawah. Untuk mengetahui waktu persalinan telah tiba, ibu hamil bisa menggunakan cara menghitung kontraksi.
Biasanya ada jenis kontraksi palsu dan kontraksi asli. Kontraksi palsu biasa terjadi selama kehamilan. Kontraksi ini juga dapat memberikan sensasi tekanan atau ketegangan pada perut, tetapi tidak menyebabkan nyeri yang hebat.
Tata Cara Menghitung Kontraksi Menjelang Persalinan
Meskipun saat ini sudah banyak aplikasi di Play Store yang bisa digunakan untuk menghitung kontraksi, tapi tidak ada salahnya menggunakan cara menghitung kontraksi dengan menggunakan stopwatch.
Cara itu lebih praktis dan tidak membutuhkan aplikasi. Perhitungannya juga akan lebih jelas dan pola kontraksinya juga bisa diketahui. Selain menyiapkan stopwatch, pastikan juga menyiapkan alat tulis untuk membuat tabel kontraksi.
Tabel tersebut terdiri dari mulainya kontraksi, akhir kontraksi, lamanya kontraksi berlangsung, dan frekuensi kontraksi. Di bawah ini contohnya:
Jika kontraksi dimulai pukul 11:00:00 dan berhenti pada 11:00:45, itu berarti kontraksi tersebut terjadi selama 45 detik. Lakukan pencatatan tadi jika terjadi kontraksi lagi.
Untuk menghitung jarak waktu antara kontraksi kedua dan pertama, jika kontraksi kedua pada pukul 11.15 dan kontraksi pertama berlangsung pukul 11.00, itu berarti kontraksi tersebut terjadi setiap 15 menit. Namun frekuensi berikutnya bisa saja berkurang misalnya menjadi 10 menit.
Sebaiknya amati selama 1 hingga 2 jam, lalu lihat pola kontraksinya berdasarkan tabel yang dibuat. Jika frekuensinya lebih sering dan teratur, serta durasinya lama, atau jika kontraksi berlangsung 30-60 detik, kemungkinan besar sudah dekat dengan waktu persalinan.
Tanda-tanda Persalinan
Untuk memastikan kontraksi tersebut merupakan tanda akan lahirnya bayi, sebaiknya ketahui juga beberapa ciri-ciri persalinan. Hal ini agar ibu hamil tidak panik dan bisa bersiap-siap.
Dikutip dari buku Nikmati Kehamilan Anda, Moms!, Ana Wardatul Jannah, Am.Keb, dr. Widja Widjaka, Sp.OG, (2012:105), tanda-tanda persalinan adalah keluar lendir dan flek darah, air ketuban keluar tiba-tiba (biasanya berwarna jernih hingga keruh dan terdapat lemak-lemak putih), serta rasa mulas yang teratur dan kencang di bagian perut.
Memang saat kehamilan berusia 7 bulan ibu hamil biasanya sering merasa mulas, tetapi akan berhenti jika diistirahatkan. Namun, menjelang persalinan rasa mulas tersebut semakin intens dan tidak menghilang sekalipun sudah istirahat.
Baca juga: Cara Menghangatkan ASI agar Nutrisinya Tetap Terjaga
Setelah mengetahui cara menghitung kontraksi dan tanda-tanda persalinan, semoga ibu tidak panik lagi dalam menghadapi kontraksi dan bisa mempersiapkan persalinan dengan baik. (nov)
Frequently Asked Question Section
Apa tanda-tanda persalinan?

Apa tanda-tanda persalinan?
Tanda-tanda persalinan adalah keluar lendir dan flek darah, air ketuban keluar tiba-tiba (biasanya berwarna jernih hingga keruh dan terdapat lemak-lemak putih), serta rasa mulas yang teratur dan kencang di bagian perut.
Apa yang perlu disiapkan untuk menghitung kontraksi?

Apa yang perlu disiapkan untuk menghitung kontraksi?
Selain menyiapkan stopwatch, pastikan juga menyiapkan alat tulis untuk membuat tabel kontraksi.
