Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid untuk Wanita

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa subur adalah waktu selama siklus menstruasi saat seorang wanita memiliki kemungkinan besar untuk hamil. Maka dari itu, untuk para wanita yang sudah menikah, penting untuk mengetahui cara menghitung masa subur setelah haid.
Masa subur dimulai di sekitar waktu ovulasi, kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Mengutip dari Cara Mengetahui Masa Subur Wanita, dalam situs dp3appkb.bantulkab.go.id, biasanya, masa subur wanita terjadi sekitar 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya.
Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Namun, hal tersebut berlaku bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur 28 hari.
Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid
Mengetahui cara menghitung masa subur setelah haid atau tahu kapan tubuh berovulasi merupakan cara utama untuk melacak masa subur dan menentukan waktu terbaik untuk hamil.
Menghitung masa subur setiap bulan ini akan dapat membantu untuk menargetkan waktu yang optimal untuk berhubungan intim. Terutama jika kamu dan pasangan sedang mencoba program hamil.
Untuk itu, simak dua cara menghitung masa subur setelah haid, yang penting untuk diketahui para wanita berikut ini:
1. Metode Kalkulator Masa Subur
Kalkulator masa subur merupakan salah satu cara untuk melacak panjang siklus menstruasi. Metode tersebut dapat memperkirakan kapan wanita akan berovulasi dengan menghitung muncul 14 hari dari hari perkirakan menstruasi berikutnya.
Apabila siklus menstruasi 28 hari, maka periode berikutnya harus dimulai 28 hari dari hari pertama menstruasi terakhir. Tetapi, perlu kamu pahami masa subur mencakup hari ovulasi dan lima hari sebelumnya.
Namun, wanita lebih mungkin untuk hamil selama tiga hari terakhir dari jangka waktu tersebut. Sebenarnya saat ini sudah banyak fitur-fitur aplikasi sebagai kalkulator masa subur. Jika menghitungnya secara konvensional, berikut ini rumus yang dapat digunakan:
Ketahui siklus haid terpendek, misalnya, 27 hari. Kurangi angka tersebut dengan 18. Hasilnya adalah 9 hari. Nah, angka ini adalah hari pertama masa subur.
Ketahui siklus terpanjang, misalnya, 30 hari. Kurangi angka tersebut dengan 11. Hasilnya adalah 19 hari. Nah, angka ini adalah hari terakhir masa subur.
2. Mengenali Tanda-tanda Masa Subur Wanita
Untuk memperkuat perkiraan masa subur, juga bisa dengan mengamati tanda-tanda masa subur wanita berikut ini:
Meningkatnya suhu basal tubuh. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat wanita bangun di pagi hari. Normalnya, suhu basal tubuh adalah 35,5-36,6 derajat Celsius. Namun, suhu tersebut akan meningkat ketika wanita sedang dalam masa ovulasi.
Nyeri akibat ovulasi. Satu dari lima wanita mengalami nyeri yang berhubungan dengan terjadinya ovulasi pada tubuh. Rasa sakit ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah masa subur pada wanita. Gejala ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam dan kram. Meski begitu, gangguan ini jarang menimbulkan rasa sakit yang parah.
Perubahan pada air liur. Air liur wanita dapat berubah sesuai dengan jumlah hormon estrogen yang ada di dalam tubuhnya. Selama siklus bulanan wanita, ada peningkatan besar dalam estrogen dalam beberapa hari sebelum masa subur tiba dan kenaikan kecil beberapa hari sebelum waktunya tiba.
Muncul lendir serviks. Selama siklus menstruasi wanita, jenis dan jumlah lendir serviks dapat berubah. Lendir ini merupakan sekresi yang dibuat oleh kelenjar di leher rahim. Pada masa subur, lendir serviks atau lendir yang ada di mulut rahim berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Namun, cairan yang dihasilkan juga dapat lengket, putih, atau bahkan keruh. Lendir ini berguna untuk mendukung sperma agar dapat mencapai sel telur.
Nyeri payudara. Tanda ini merupakan dampak dari perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh sebelum dan sesudah masa ovulasi.
Beberapa wanita memiliki siklus yang sangat tidak teratur atau merasa sulit untuk menghitung panjang siklus rata-rata pada dirinya. Hal ini dapat menyulitkan untuk berolahraga saat ovulasi terjadi.
Jika terlalu sulit untuk menghitung masa subur wanita, maka cobalah untuk berhubungan intim setiap 2-3 hari agar peluang untuk hamil lebih tinggi. (IF)
Baca juga: Cara Menghitung Siklus Menstruasi dengan Tepat untuk Wanita
