Cara Menghitung Persediaan Akhir dan Rumusnya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung persediaan akhir sangat diperlukan oleh seseorang yang bekerja di perusahaan pada bidang niaga. Dalam menghitung persediaan barang, ada dua metode pencatatan yang bisa digunakan, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik.
Persediaan adalah bagian dari current asset (aktiva lancar) yang keberadaannya sangat penting bagi suatu perusahaan. Nilai persediaan menjadi komponen paling krusial di dalam laporan keuangan, terutama pada laporan neraca dan laporan laba rugi.
Mengutip dari buku Menyusun Lap Keu UKM dengan Excel terbitan Elex Media Komputindo, perhitungan persediaan akhir memiliki tujuan untuk mengetahui nilai barang yang tersedia untuk dijual di akhir periode akuntansi.
Cara Menghitung Persediaan Akhir Perusahaan
Untuk menemukan cara menghitung persediaan akhir persediaan akhir adalah dengan menambahkan biaya pembelian bersih ke persediaan awal, lalu mengurangi harga pokok penjualan. Berikut tata caranya.
Persediaan akhir = (Persediaan awal + pembelian bersih) – Harga Pokok Penjualan (HPP)
Keterangan:
Persediaan awal adalah persediaan akhir dari periode akuntansi terakhir atau total barang dalam persediaan.
Pembelian bersih adalah semua item yang dibeli dan ditambahkan ke persediaan dalam periode akuntansi yang sama.
Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total pengeluaran biaya langsung oleh perusahaan yang timbul dari barang atau jasa yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis perusahaan dalam satu periode.
1. Metode Laba Kotor
Metode laba kotor dapat digunakan untuk menghitung persediaan akhir. Berikut tata caranya:
Menentukan Harga Pokok Barang Tersedia
Cara pertama yaitu mengetahui harga pokok barang tersedia dengan menambahkan biaya persediaan awal dengan semua biaya pembelian. Rumusnya adalah:
Biaya barang tersedia = Biaya persediaan awal + Biaya semua pembelian
Menemukan HPP
Setelah menemukan harga pokok barang tersedia, langkah selanjutnya adalah menghitung harga pokok penjualan atau HPP dengan rumus:
Harga Pokok Penjualan = Penjualan x Persentase Laba Kotor
Menghitung Nilai Persediaan Akhir
Langkah yang terakhir adalah dengan mengurangi hasil dari harga pokok barang tersedia dengan harga pokok penjualan. Maka akan mendapatkan hasil persediaan akhir. Jadi rumus persediaan akhir menggunakan metode laba kotor adalah:
Persediaan Akhir Laba Kotor = Harga Pokok Barang Tersedia – Harga Pokok Penjualan
Itulah dia penjelasan mengenai cara menghitung persediaan akhir persediaan akhir dengan menggunakan metode laba kotor. (LA)
Baca Juga: Cara Menghitung Laba Bersih setelah Pajak untuk Pebisnis Pemula
