Cara Menumis Bumbu Halus yang Benar serta Ciri-Ciri Bumbu yang Matang

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumbu halus yang cepat basi atau berbau langu (tidak sedap) merupakan tanda bahwa ada kesalahan dalam proses menumis bumbu. Cara menumis bumbu halus yang benar membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
Kesabaran dan ketelatenan menjadi kian penting saat ingin menjadikan bumbu halus tersebut sebagai stok di meja dapur atau kulkas. Hasil dari kesabaran dan ketelatenan dalam menumis bumbu adalah bumbu memiliki aroma yang kuat serta warna yang pekat.
Cara Menumis Bumbu Halus yang Benar, Lengkap dengan Durasinya
Dikutip dari buku Resep Dapur Esensi Tumisan Seri Kuliner Nusantara, Tabularasa (2015: 4), menumis adalah salah satu teknik memasak yang diterapkan hampir di seluruh dunia. Teknik memasak tersebut umumnya berlangsung dalam waktu singkat.
Menumis dalam waktu singkat umumnya terjadi saat mengolah bahan masakan, seperti kangkung, capcai, atau sawi. Namun, hal itu tidak berlaku jika menumis bumbu halus. Berapa lama durasi menumis bumbu halus?
Berikut ini adalah cara menumis bumbu halus yang benar beserta kisaran durasi menumis bumbu:
Cuci bersih bahan-bahan dengan air mengalir.
Keringkan bahan-bahan dengan tisu dapur.
Potong menjadi ukuran 2 – 3 cm.
Haluskan dengan ulekan atau blender.
Tuang minyak secukupnya dan panaskan.
Jika minyak sudah panas, kecilkan api.
Masukkan bumbu halus.
Jika ingin membuat bumbu halus sebagai stok, proses menumis membutuhkan waktu sekitar 30 – 45 menit untuk setiap 100 gram bumbu.
Ciri-Ciri Bumbu Halus yang Sudah Matang
Bumbu halus yang sudah matang sempurna memiliki masa simpan yang lama. Masa simpan bumbu halus adalah sekitar 1 – 2 minggu jika ada di wadah kedap udara dan di dalam kulkas.
Sebelum menjadikan bumbu tersebut sebagai stok, langkah paling penting adalah memastikan bumbu halus benar-benar matang. Ciri-ciri bumbu halus yang sudah matang sempurna, yaitu:
Warna bumbu kian pekat, misalnya dari yang semula merah menyala menjadi merah tua yang pekat.
Aroma bumbu harum dan tidak lagi memiliki bau bahan mentah (bau tumbuhan atau tanaman).
Tekstur lembut, tidak cair.
Terdapat minyak yang menunjukkan bahwa kadar air dalam bumbu telah menyusut.
Baca juga: 4 Cara Menumis Pakcoy agar Tidak Pahit, tapi Enak dan Aromatik
Cara menumis bumbu halus yang benar membutuhkan kesabaran sebab perlu memasak dalam waktu lama dengan api kecil. Jika tidak sabar sehingga menggunakan api terlalu besar, bumbu halus dapat lekas gosong dan berakhir gagal. (AA)
