Cara Pasang Kontaktor 3 Phase Schneider dengan Aman

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kontaktor 3 phase Schneider merupakan komponen dalam sistem listrik yang berguna untuk mengendalikan arus daya dalam sirkuit 3 phase. Cara pasang kontaktor 3 phase perlu dilakukan dengan benar agar kinerja sistem listrik aman dan efisien.
Fungsi utama dari kontaktor 3 phase yaitu untuk menghubungkan atau memutus aliran listrik ke peralatan yang membutuhkan daya listrik 3 phase. Oleh sebab itu, setelah pemasangan selesai, dibutuhkan uji coba pada koneksi kabel dan terminal kontaktor.
Ini untuk memastikan semua koneksi terhubung dengan baik dan tidak ada kabel kendur atau terlepas.
Cara Pasang Kontaktor 3 Phase dalam Rangkaian Listrik
Dikutip dari laman resmi Schneider Electric se.com, sebelum masuk ke cara pasang kontaktor 3 phase Schneider, penting untuk mengetahui komponen-komponen yang terdiri dari:
Terminal A1 dan A2
Sepasang NC (Pin 21 dan 22)
Sepasang NO (Pin 13 dan 14)
3 Pasang NO utama (Pin 1 - 6)
NO = Normally Open atau terbuka saat tidak ada arus di Coil.
NC = Normally Close atau tertutup saat tidak ada arus terbuka di Coil.
Ada dua tipe kontaktor schneider yang terkenal di pasaran saat ini yaitu LC1D32 dan LC1D25. Keduanya banyak digunakan pada sistem 3 phase baik untuk panel maupun otomasi mesin.
Perbedaannya hanya terletak pada amperenya, tetapi dari segi konstruksi dan cara kerjanya sama. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan untuk memilih tipe kontaktor Schneider.
Berikut cara pasang kontaktor 3 phase Schneider:
Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan yang terdiri dari obeng, tang, kabel listrik, terminal listrik, dan aksesori pendukung lainnya. Pastikan alat-alat yang digunakan layak pakai.
Tentukan posisi pemasangan kontaktor. Pastikan posisi pemasangan tidak mengganggu sekitarnya, serta mudah dijangkau saat diperlukan perawatan atau perbaikan.
Matikan sumber daya listrik terlebih dahulu dan buka panel kontrol listrik. Pastikan saat pemasangan mengenakan pakaian pelindung diri untuk mencegah terjadinya kecelakaan listrik.
Ambil kabel positif dari MCB (Miniature Circuit Breaker) dan hubungkan ke terminal A2 pada kontaktor.
Hubungkan fasa sesuai dengan penandaan terminal A1 dan A2 pada kontaktor sebagai fasa pertama. Lalu, sambungkan kabel netral jika diperlukan.
Hubungkan kutub negatif ke terminal A1. Selanjutnya, sambungkan kutub positif dan negatif untuk beban yang akan dikendalikan oleh kontaktor.
Lakukan uji coba dengan menggunakan lampu sebagai beban. Hubungkan kabel dari beban ke terminal yang sesuai pada kontaktor.
Sambungkan kontaktor dengan MCB sebagai pengaman tambahan. Pastikan untuk memeriksa apakah arus dan netral sudah terhubung dengan benar ke terminal blok sebelumnya.
Pastikan bahwa sambungan listrik dalam keadaan aman, tidak ada yang lepas dan terpasang dengan baik.
Tambahkan lampu indikator pada kontak NO, jika diperlukan. Lampu ini akan menyala ketika beban dihubungkan oleh kontaktor. Gunanya untuk melihat apakah beban sedang aktif atau tidak.
Itulah cara pasang kontaktor 3 phase Schneider yang aman. Setelah pemasangan selesai, lakukan uji coba kembali untuk memastikan switch dan tombol kontrol berfungsi dengan baik, serta penggunaan kontaktor tidak melampaui kapasitas yang disarankan.
Perhatikan juga petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja. (LAIL)
Baca juga: Cara Menggunakan Multimeter Digital yang Benar
