Cara Pemasangan Kateter Wanita sesuai Prosedur dengan Tepat

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keterampilan cara pemasangan kateter wanita wajib dikuasai oleh seorang perawat sesuai prosedur yang tepat. Pada beberapa kasus di rumah sakit, dengan menggunakan kateter ini, maka pasien bisa dengan mudah buang air kecil tanpa adanya gangguan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kateter merupakan selang kecil yang dapat dimasukkan ke dalam alat berongga atau saluran. Kateter urine dalam istilah medis yaitu pipa karet yang biasa dimasukkan ke dalam saluran kandung kemih untuk menguras urine.
Cara Pemasangan Kateter Wanita
Kateter merupakan alat medis yang harus dipasang oleh ahlinya langsung. Adapun cara pemasangan kateter wanita sesuai prosedur yang tepat adalah sebagai berikut.
Pertama, identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas.
Lalu, jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur kepada pasien.
Jaga privasi dengan memasang sampiran. Atur posisi terlentang dengan memasang sampiran
Letakkan pengalas di bawah bokong, tutup area pinggang dengan selimut.
Cuci tangan sampai benar-benar bersih, lalu pasang sarung tangan bersih.
Bersihkan area perineum dengan khas dan cairan antiseptik, lalu bilas dan keringkan, kemudian lepaskan sarung tangan bersih.
Buka set kateter steril (tetap pertahankan teknik aseptik). Pasang sarung tangan steril.
Sambungkan kateter dengan urin bag, lumasi ujung 2.5-5 cm dengan jeli.
Buka kedua labia minora dengan ibu jari dan telunjuk tangan nondominan.
Masukan kateter 5-7.5 cm ke dalam meatus uretra secara perlahan sambil meminta untuk tarik napas dalam. Perhatikan adanya aliran urin pada selang urine bag.
Lakukan fiksasi internal dengan memasukan aquades/NaCl untuk mengembangkan balon kateter.
Tarik kateter perlahan sampai terasa ada tahanan untuk memastikan kateter terfiksasi dengan baik dalam kandung kemih. Lepaskan sarung tangan steril.
Lakukan fiksasi eksternal dengan plester di area paha dalam. Gantungkan urine bag dengan posisi lebih rendah dari pasien.
Pasang sarung tangan bersih dan ambil sampel urine segera dari urine bag (jika perlu). Lepaskan sarung tangan bersih.
Rapikan pasien dan alat yang digunakan. Lalu, cuci tangan kembali sampai bersih.
Dokumentasikan prosedur yang dilakukan (warna urine, jumlah urine yang keluar, jumlah aquades, tanggal waktu pemasangan dan respon pasien).
Demikian tata cara pemasangan kateter wanita sesuai prosedur yang tepat untuk kesehatan pasien. (LA)
Baca Juga: Cara EKG untuk Deteksi Gangguan pada Jantung
