Cara Preventif untuk Mencegah Terjadinya Suatu Konflik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara preventif untuk mencegah terjadinya suatu konflik perlu dipahami oleh setiap manusia. Hal tersebut karena dalam kehidupan setiap manusia memerlukan interaksi sosial dan komunikasi dengan sesamanya.
Tanpa interaksi sosial, manusia akan kesulitan mengembangkan dirinya. Namun, tidak selamanya interkasi sosial dapat berjalan dengan lancar. Sering kali terjadi konflik sehingga dapat merusak hubungan yang semula harmonis.
Cara Preventif untuk Mencegah Terjadinya Suatu Konflik
Cara preventif untuk mencegah terjadinya suatu konflik lebih baik dilakukan daripada membiarkan konflik telanjur terjadi dan membesar.
Mengutip dari Kepemimpinan dan Manajemen Konflik, Nur Zazin, (2010:38), konflik dalam bahasa Inggris “conflict” berarti percekcokan, konflik, perselisihan, pertentangan (Echols dan Sadhily, 1988:138).
Konflik juga berarti pertentangan paham, pertikaian, perselisihan. (Partanto-Barri, 1994: 358).
Dari kedua definisi di atas bisa disimpulkan bahwa konflik adalah pertentangan yang dialami dua pihak atau lebih. Pertentangan ini bentuknya bermacam-macam, seperti perselisihan dan percekcokan. Lantas bagaimana cara mencegah konflik?
Dalam UU RI Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial disebutkan bahwa pencegahan konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik dengan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem peringatan dini.
Pencegahan konflik dilakukan dengan upaya sebagai berikut:
1. Memelihara kondisi damai dalam masyarakat
Setiap orang berkewajiban mengembangkan sikap toleransi dan saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
Menghormati perbedaan suku, bahasa, dan adat istiadat orang lain.
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya.
Mengakui persamaan derajat serta persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar kebhinneka-tunggalikaan.
Menghargai pendapat dan kebebasan orang lain.
2. Mengembangkan sistem penyelesaian perselisihan secara damai
Penyelesaian perselisihan dalam masyarakat dilakukan secara damai.
Penyelesaian secara damai sebagaimana dimaksud mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
Hasil musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud mengikat para pihak.
3. Meredam potensi konflik
Melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan aspirasi masyarakat.
Menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Melakukan program perdamaian di daerah potensi konflik.
Mengintensifkan dialog antarkelompok masyarakat.
Menegakkan hukum tanpa diskriminasi.
Melestarikan nilai Pancasila dan kearifan lokal.
Menyelenggarakan musyawarah dengan kelompok masyarakat untuk membangun kemitraan dengan pelaku usaha di daerah setempat.
Demikianlah cara preventif untuk mencegah terjadinya konflik. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghormati Orang Tua dan Guru
