Cara Tensi Manual untuk Mengetahui Tekanan Darah

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengukur tekanan darah pada tubuh bisa dilakukan dengan bantuan alat khusus. Salah satunya adalah dengan alat tensi manual. Agar hasil pengukurannya akurat, cara tensi manual penting untuk diketahui.
Tekanan darah atau tensi seseorang merupakan salah satu dari tanda-tanda vital selain denyut nadi, frekuensi napas, dan suhu sebagaimana dikutip dari Buku Ajar Koas Racun Jilid II, KoasRacun, (2013:135). Tanda-tanda vital ini bisa membantu menilai kondisi tubuh seseorang secara sekilas dalam waktu singkat.
Cara Tensi Manual agar Tahu Tekanan Darah pada Tubuh
Terdapat dua jenis tensimeter yang bisa dilakukan untuk mengetahui tekanan darah, yaitu manual dan otomatis. Untuk melakukan cara tensi manual, maka perlu menyiapkan beberapa alat kesehatan seperti di bawah ini terlebih dahulu:
Stetoskop
Manset tekanan darah dengan balon pompa
Monitor aneroid dengan angka untuk membaca pengukuran
Apabila telah memiliki alat-alat tersebut, maka tensi manual bisa dilakukan. Berikut adalah cara tensi manual yang bisa dilakukan untuk mengetahui tekanan darah pada tubuh dengan tepat.
Pertama, temukan posisi denyut nadi terlebih dahulu pada orang yang akan diukur tensinya. Menemukan denyut nadi ini bisa dilakukan dengan menekan jari di bagian siku ke arah dalam.
Setelah menemukan posisi denyut nadi, pasang manset di bagian atas lengan dan kencangkan manset tersebut.
Perhatikan monitor aneroid dan tingkatkan tekanan dari arah normal. Saat manset mengembang, letakkan kepala stetoskop di bawah manset tepat di dalam lipatan siku dan kenakan stetoskop di telinga.
Secara perlahan, kempiskan balon dan dengarkan detak jantung melalui stetoskop. Perhatikan nomor yang ada di monitor aneroid dan pada tahap ini merupakan tekanan sistolik.
Lanjutkan hingga suara detak jantung yang stabil berhenti dan catat nomor dari monitor aneroid yang merupakan tekanan diastolik.
Nomor yang didapatkan dari monitor aneroid tersebut adalah pembacaan tekanan darah.
Umumnya tekanan darah yang normal adalah 120/80, di mana angka 120 adalah tekanan sistolik dan angka 80 disebut tekanan diastolik. Jadi apabila angka yang didapatkan dari tekanan tersebut di atas atau di bawah angka tersebut, maka tekanan darah pada seseorang tidaklah normal.
Baca juga: Cara Menurunkan Tensi Darah agar Kembali Normal
Itu dia cara tensi manual yang bisa dilakukan untuk mengukur tekanan darah pada tubuh. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, maka bisa menggunakan alat ukur tensi digital dengan teknologi yang lebih terbarukan. (PRI)
