Contoh Cara Berpikir Diakronik dan Pengertiannya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cara berpikir diakronik dan pengertiannya harus dipahami oleh pelajar. Diakronik merupakan metode berpikir yang diperlukan ketika melakukan pemahaman tentang ilmu sejarah.
Cara berpikir diakronik tidak hanya menghafal elemen penting seperti tempat, nama, dan waktu. Namun, cara berpikir diakronik tentang ilmu sejarah mampu membawa seseorang dapat merasakan pengalaman yang lebih terasa dan nyata dari peristiwa di masa lalu.
Pengertian Berpikir Diakronik
Sebelum membahas contoh cara perpikir diakronik, pahami terlebih dahulu pengertian dari berpikir diakronis. Inilah pengertian berpikir diakronik menurut buku Sejarah Indonesia: untuk SMK Kelas X Semester Ganjil, Fatayat Ridlo Mintarsih, (2023:10).
Secara bahasa diakronik berasal dari bahasa latin yaitu "Diachronicus" yang terdiri dari dua kata yaitu "Dia" dan "Chronicus" yang mana "Dia" artinya adalah melalui atau melampaui sedangkan "Chronicus" artinya adalah waktu.
Diakronik ini merupakan suatu cara untuk berpikir dengan secara runtut atau kronologis di dalam menganalisa atau meneliti sesuatu hal tertentu. Maksud dari kronologis ini ialah suatu catatan mengenai peristiwa atau kejadian itu dengan secara runtut dan berdasarkan dengan waktu kejadian peristiwa yang dicatat tersebut.
Dari hal ini bisa atau dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah tersebut mengajarkan untuk melakukan pemikiran yang kronologis dan juga beraturan. Diakronik ini mempunyai beberapa ciri-ciri di antaranya sebagai berikut:
Memanjang, berdimensi waktu.
Terus bergerak, hubungan kausalitas.
Bersifat naratif, berproses serta bertransformasi.
Bersifat dinamis.
Lebih menekankan pada proses durasi.
Digunakan di dalam ilmu sejarah.
Contoh Cara Berpikir Diakronik
Berikut merupakan contoh cara berpikir diakronik yang harus diketahui mengutip dari Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10, Windriati, S.Pd, (2021:16).
Kronologi Pertempuran Ambarawa (20 Oktober-15 Desember 1945) . Tentara Sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Semarang.
Pada tanggal 20 Oktober 1945. Tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah terjadi tembak-menembak antara para pejuang kemerdekaan dengan pasukan Sekutu.
Kolonel Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar pada tanggal 11 Desember 1945.
Serangan mulai dilancarkan pada tanggal 12 Desember 1945 pukul 4.30 pagi.
Pertempuran berakhir pada tanggal 15 Desember 1945 dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa. Sekutu dibuat mundur ke Semarang.
Demikianlah contoh cara berpikir diakronik dan pengertiannya. Dengan menerapkan cara perpikir diakronik akan lebih mudah memahami tentang sejarah atau kejadian di masa lalu. (Ria)
Baca juga: Memahami Kausalitas dalam Diakronik Lengkap dengan Contohnya
