Konten dari Pengguna

Pemberontakan DI TII Aceh dapat diselesaikan dengan Cara Damai Ini Penjelasannya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pemberontakan DI/TII di Aceh, Foto: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemberontakan DI/TII di Aceh, Foto: Pexels/Pixabay

Pemberontakan DI/TII di Aceh akhirnya dapat diselesaikan dengan cara damai. Perdamaian tersebut terjadi setelah pemerintah pusat melakukan serangkaian upaya untuk memulihkan kembali keamanan di Aceh.

Salah satu wujud tertulis dari perdamaian itu adalah adanya keputusan yang memberikan status daerah istimewa bagi Aceh dengan hak-hak otonomi yang luas dalam bidang agama, pendidikan, dan peradatan.

Selintas mengenai DI/TII dan Pemberontakannya

Ilustrasi Pemberontakan DI/TII di Aceh, Foto: Pexels/cottonbro studio

Sebelum mengetahui cara penyelesaian pemberontakan DI/TII di Aceh, dapat memahami maksud dari istilah DI/TII terlebih dahulu. Pemahaman tersebut berguna untuk mengetahui asal-usul pemberontakan DI/TII di Aceh secara lebih jelas.

DI/TII merupakan singkatan dari dua nama kelompok. DI adalah singkatan dari Darul Islam dan TII adalah singkatan dari Tentara Islam Indonesia.

Dua kelompok tersebut muncul dari gerakan Darul Islam (DI) di Indonesia pada tahun 1948. Gerakan tersebut memiliki tujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia alias NII.

Gerakan DI mempunyai Tentara Islam Indonesia (TII) sebagai pasukannya. Oleh sebab itu, pemberontakan yang terjadi familiar dengan nama pemberontakan DI/TII

Pemberontakan DI/TII di Aceh Akhirnya dapat diselesaikan dengan Cara Damai

Ilustrasi Pemberontakan DI/TII di Aceh, Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Pemberontakan DI/TII terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, serta Aceh. Pemberontakan DI/TII di setiap wilayah tersebut memiliki cara penyelesaian masing-masing.

Pemberontakan DI/TII di Aceh merupakan pemberontakan yang dapat berakhir secara damai. Pemberontakan DI/TII di Aceh akhirnya dapat diselesaikan dengan cara damai karena adanya serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Mengutip dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX karya Tim Ganesha Operation (2020: 110), Teungku Muhammad Daud Beureu’eh memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia di Aceh. Peristiwa itu terjadi pada 21 September 1953.

Pemerintah pusat melakukan berbagai cara untuk mengatasi pemberontakan, yakni operasi militer dan upaya damai. Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Supriatna, dkk. (2006: 56), pada 26 Mei 1959, kemelut di Aceh dapat selesai melalui musyawarah.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh pemerintah pusat, penguasa perang, pemerintah rakyat Aceh, dan pimpinan DI/TII. Hasil dari musyawarah tersebut adalah sebuah keputusan yang memulihkan kembali keamanan di Aceh dengan hak-hak otonomi dalam bidang,

  • Agama;

  • Pendidikan; dan

  • Peradatan.

Hasil keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Perdana Menteri RI No. I/Misi/1959 tertanggal 26 Mei 1959. Kemudian, dilanjutkan dengan keputusan penguasa perang 7 April 1962, No. KPTS/PEPERDA-061/3/1962.

Baca Juga: Contoh Cara Memecahkan Masalah dengan Dekomposisi dalam Dunia Kepolisian

Jadi, jelas bahwa pemberontakan DI/TII di Aceh akhirnya dapat diselesaikan dengan cara damai. Perdamaian tersebut dapat dicapai dengan melakukan musyawarah dengan sejumlah pihak terkait. (AA)