Konten dari Pengguna

Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung Yield Obligasi

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung yield obligasi. Sumber: rupixen/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung yield obligasi. Sumber: rupixen/unsplash

Dalam investasi obligasi terdapat konsep penting bernama yield obligasi. Lantas, apa pengertian, jenis, dan cara menghitung yield obligasi?

Yield obligasi ini sangat perlu dipahami oleh inverstor dan calon investor. Di mana nantinya akan berpengaruh dalam membuat keputusan investasi yang lebih baik di pasar obligasi.

Inilah Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung Yield Obligasi

Ilustrasi cara menghitung yield obligasi. Sumber: rupixen/unsplash

Mengutip buku Dasar-Dasar Investasi Obligasi, Dr. Adler Haymans Manurung (2006), harga dan yield obligasi merupakan dua variabel penting dalam transaksi obligasi bagi investor.

Investor akan selalu menanyakan yield yang akan diperolehnya bila membeli obligasi dengan harga tertentu. Harga dan yield obligasi tersebut saling berhubungan.

Bisa dibilang pengertian yield obligasi adalah tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh obligasi dalam bentuk persentase dari nilai nominalnya. Yield obligasi adalah ukuran keuntungan yang diperoleh oleh pemegang obligasi dari investasinya.

Ada empat jenis yield obligasi yang perlu diketahui. Keempat jenis yield obligasi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Dividend yield adalah jenis yield yang mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh dari saham, dihitung sebagai dividen per lembar saham dibagi dengan harga saham saat ini. Dividend yield membantu investor membandingkan keuntungan antar produk investasi.

  2. Current yield adalah jenis yield yang mengukur tingkat pengembalian dari investasi obligasi, dihitung sebagai kupon tahunan yang dibayarkan dibagi dengan harga obligasi saat ini. Current yield membantu investor menilai valuasi obligasi saat ini.

  3. Yield to worst adalah jenis yield yang tingkat pengembalian terendah yang dapat diperoleh dari obligasi jika terjadi situasi terburuk seperti pemanggilan kembali sebelum jatuh tempo. Perhitungan yield to worst dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan skenario yang mungkin terjadi.

  4. Yield to call adalah jenis yield yang tingkat pengembalian yang dihitung jika penerbit obligasi memutuskan untuk call back obligasi sebelum jatuh tempo. Perhitungan yield to call hanya relevan jika penerbit memutuskan untuk menebus obligasi sebelum jatuh tempo.

Untuk cara menghitung yield obligasi, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Yield = (Imbal Hasil/Nilai Pokok) x 100 Persen

Contoh: seseorang ingin memiliki obligasi dengan imbal hasil tahunan sebesar Rp1.000.000 dan nilai pokok investasi sebesar Rp10.000.000. Maka, nilai yield obligasi tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

Yield = (Imbal Hasil / Nilai Pokok) x 100 Persen

= (1.000.000 / 10.000.000) x 100

= 10%

Dengan demikian, yield obligasi tersebut adalah 10%.

Baca Juga: Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut: Rumus dan Contoh Soalnya

Demikian pengertian, jenis, dan cara menghitung yield obligasi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (ARD)