Tata Cara Ambil Wudhu berdasarkan Kitab Fathul Qorib

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana tata cara ambil wudhu? Wudhu secara bahasa adalah sebutan bagi suatu pekerjaan yang mencakup fardu dan sunnah. Sedangkan secara istilah adalah sebutan untuk pembasuhan beberapa anggota tubuh dengan niat dan metode tertentu.
Dalam ajaran islam wudhu sering dilakukan untuk memulai pekerjaan yang suci seperti sholat, membaca Al-Quran dan lain-lain yang mewajibkan seseorang suci dari hadas kecil dan besar.
Maka, ada syarat, rukun dan sunnah yang dilakukan untuk memaksimalkan proses ini.
Tata Cara Ambil Wudhu yang Benar
Mengutip dari buku Memahami Ilmu Fikih Perspektif Kitab Fathul Qorib, Redaksi Machnunah Ani Zulfah, M.Pd.I., Muhamad Khoirur Roziqin, S.Pd.I., M.Pd., Muhammad Alwi Fajar (2023:6). Ternyata begini tata cara ambil wudhu berdasarkan kitab Fathul Qorib:
1. Niat
Niat ini dibaca dalam hati bersamaan dengan sampainya air pada kulit muka, adapun niatnya seperti berikut:
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul whudu-a lirof'il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu (wajib) karena Allah ta'ala"
2. Membasuh Wajah
Mengambil air dalam tangan dan mencucinya di seluruh wajah, batasnya dari ujung rambut hingga dagu, serta dari telinga bagian kiri ke telinga yang kanan. Dalam membasuh wajah disunnahkan melakukan sebanyak tiga kali.
3. Membasuh Kedua Tangan sampai Siku
Mencuci tangan hingga siku, termasuk sela-sela jari. Pastikan air mencakup seluruh permukaan tangan dan lengan hingga siku. Dimulai dari tangan kanan sebanyak tiga kali dan dilanjutkan tangan kiri sebanyak tiga kali.
Penting diingat apabila air tidak sampai pada siku maka wudhunya dianggap tidak sah.
4. Mengusap Sebagian Kepala
Mengusap sebagian kepala dengan air dilakukan dengan mengusap beberapa bagian kepala, biasanya dimulai dari dahi dan ke atas beberapa sentimeter dan dilakukan sebanyak tiga kali.
5. Membasuh Telinga
Membasuh telinga dengan air bisa dilakukan bersamaan atau dilakukan bergantian mulai dari telinga kanan kemudian telinga kiri, dengan memasukkan sedikit jari telunjuk ke dalam telinga lalu memutar dari atas ke bawah.
Penting untuk diingat pada proses ini, jika tidak dilakukan wudhu tetap sah karena langkah ini masuk pada sunnah wudhu.
6. Membasuh Kedua Telapak Kaki
Mencuci kaki hingga mata kaki, termasuk sela-sela jari dengan menggunakan air dan dilakukan sebanyak tiga kali. Semua bagian kaki harus terkena air sampai di atas mata kaki, ketika air tidak sampai pada mata kaki maka wudhunya tidak sah.
7. Tertib
Menjalankan langkah-langkah wudhu dengan tertib, artinya sesuai urutan yang telah ditetapkan. Ini adalah bagian dari adab dalam menjalankan ibadah.
Syarat dan Sunnah dalam Wudhu
1. Syarat-syarat Wudhu
Islam.
Tamyiz.
Suci dari haid dan nifas.
Tidak ada sesuatu yang mencegah sampainya air pada kulit.
Tidak adanya benda di anggota tubuh yang dapat merubah sifat air seperti bekas minyak di tangan, hanya saja menurut sebagian ulama hal tersebut diperbolehkan.
Mengetahui kefarduan wudhu.
Tidak meyakini sunah pada kefardluan wudhu.
Menggunakan air suci dan mensucikan.
Mengalirkan air pada seluruh anggota badan (wudhu).
Niat yang jelas.
2. Sunnah dalam Wudhu
Membaca Basmalah.
Mencuci kedua telapak tangan.
Besiwak.
Berkumur.
Menghirup air ke dalam hidung dengan menggunakan tangan kanan.
Menyela-nyela jenggot yang tebal.
Mengusap semua bagian kepala.
Menyela-nyela anggota yang berada di antara jari jari kedua tangan dan kaki dengan air.
Mengusap telinga.
Mengulangi sebanyak tiga kali .
Mendahulukan anggota bagian kanan pada kedua tangan dan kaki.
Tidak berbicara saat berwudhu.
Dengan mengetahui tata cara ambil wudhu ini dan melakukan sungguh-sungguh adalah bentuk keseriusan dalam ibadah yang akan dikerjakan.
Baca juga: Cara Mandi Wajib bagi Laki-laki sesuai Syariat Islam
