Konten dari Pengguna

Tata Cara Debat yang Baik dan Etikanya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tata Cara Debat yang Baik. Unsplash/Evangeline Shaw.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tata Cara Debat yang Baik. Unsplash/Evangeline Shaw.

Debat bukan hanya sekedar mempertahankan argumen supaya menang bagaimanapun caranya. Dalam melakukan debat, terdapat tata cara debat yang baik, begitu juga dengan etikanya.

Debat yang dilakukan dengan mengikuti tata cara serta etikanya, tentu tidak akan mencederai lawan debat satu sama lain. Tata cara serta etika debat dibuat agar debat sesuai dengan jalur yang sesuai.

Tata Cara Debat yang Baik

Ilustrasi Tata Cara Debat yang Baik. Unsplash/Evangeline Shaw.

Tata cara debat yang baik sudah tentu harus mematuhi peraturan debat yang telah dipersiapkan panitia debat. Selain itu, dalam debat juga harus memiliki retorika, atau keterampilan berbicara yang baik.

Mengutip dari buku Seni Debat dan Negosiasi: Trik Menaklukkan Orang Lain dengan Argumentasi dan Gaya Bicara, Mira Fadilla (2019:19-21), berikut adalah tata cara debat yang baik

  1. Memahami dan menjalankan peraturan debat yang telah disepakati peserta dan anggota debat. Apabila seorang anggota debat melanggar peraturan maka akan berpengaruh pada timnya.

  2. Sebaiknya pertanyaan yang diajukan disampaikan dengan profesional, tidak menghina, menguji, maupun merendahkan lawan, pertanyaan juga tidak boleh menyerang lawan secara pribadi tapi fokus ke permasalahan yang sedang dibahas.

  3. Ajukan argumen dengan analisis yang kritis, sistematis, serta kemampuan retorika secara baik atau tidak terbata-bata.

  4. Dalam menyampaikan gagasan, kenali dan pahami kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki lawan. Hal ini sangat penting untuk menyusun strategi debat sehingga efektif dalam menyangkal dan memengaruhi lawan bahkan seluruh peserta debat.

  5. Argumen yang disampaikan tidak perlu terlalu banyak karena waktu yang terbatas (batasi argumen maksimal tiga poin). Susun argumen ke dalam poin yang singkat dan lugas yang merujuk langsung ke permasalahan yang sedang didebatkan.

  6. Memahami dengan baik mengenai kesalahan dalam berpikir terutama pada penyelesaian masalah. Hal ini juga berfungsi untuk mengetahui kelemahan argumentasi yang diberikan lawan.

  7. Menyajikan gagasan yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Sertakan juga data yang valid yang dapat mendukung argumen atau gagasan.

  8. Buatlah kesimpulan yang menunjukkan pernyataan final dengan kalimat yang lugas dan langsung menuju ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tidak perlu terlalu panjang. Cukup poin yang menegaskan argumentasi dan disampaikan secara tegas untuk menunjukkan rasa percaya diri bahwa argumentasi tersebut benar.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi Menghindari Salah Paham

Etika Debat yang Baik

Ilustrasi Tata Cara Debat yang Baik. Unsplash/Antenna.

Masih dalam buku yang sama, diterangkan pula etika debat yang perlu diperhatikan dan dilakukan. Berikut ini etika yang diperlukan.

1. Serius

Ketika melakukan debat, maka kedua pihak harus sungguh-sungguh bertanya kepada lawan debat, membandingkan paparannya dengan data-data yang memang sudah dihimpun.

Jangan mengikuti perdebatan dengan main-main. Lakukan apa yang terbaik yang bisa dilakukan. Tanyakan segala sesuatu sesuai dengan riset. Argumentasi yang ada perlu dilakukan dengan benar dan serius.

2. Tidak Menilai Fisik

Etika debat yang baik tidak boleh menyerang atau menyinggung kekurangan fisik lawan debat. Karena dalam debat hal yang dinilai adalah ide dan gagasan yang dimiliki. Jangan pernah sangkut pautkan apapun dengan kekurangan fisik seseorang.

3. Data dan Fakta

Untuk dapat mematahkan argumentasi lawan, tentu perlu mengadu argumentasinya dengan data dan fakta. Jangan adu ide gagasan lawan dengan informasi yang belum jelas juntrungannya atau hoaks.

Kumpulkan banyak data dan fakta untuk melakukan perdebatan. Semakin banyak data-data yang dimiliki maka akan semakin besar kesempatan untuk memenangkan perdebatan tersebut.

4. Aturan Main

Setiap pelaksanaan debat, selalu ada aturan main yang telah ditetapkan oleh penyelenggaranya. Mulai dari batas bicara, aturan menyanggah lawan debat, hingga tata cara bertanya.

Ikuti segala aturan debat itu. Jangan pernah anggap remeh sebuah aturan. Karena ketika Anda berani melanggar satu aturan maka mendapat sanksi atau pengurangan poin bila terjadi dalam sebuah lomba.

Itulah tata cara debat yang baik beserta dengan etika debat yang keduanya harus ditaati dan dipenuhi. Debat akan berjalan dengan baik apabila tata cara dan etika debat selalu dijaga dengan baik.

(Fitri A)