Tata Cara Memandikan Jenazah Laki-laki Menurut Islam

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika ada pria Muslim meninggal dunia, tetangga dan kerabat dianjurkan untuk membantu dan menguatkan hati keluarga. Selain itu, sebaiknya juga membantu mempersiapkan tata cara memandikan jenazah laki-laki menurut Islam.
Dalam membantu memandikan jenazah, ada bacaan niat dan tata cara memandikan yang harus diperhatikan umat Muslim. Untuk itu, tak ada salahnya be;ajar tentang tata cara memandikan jenazah.
Tata Cara Memandikan Jenazah Laki-laki
Berdasarkan buku Panduan Praktis Shalat Jenazah dan Perawatan Jenazah, Ahmad Fathoni El Kaysi (2018:34-45), berikut adalah adalah tata cara memandikan jenazah laki-laki menurut Islam.
1. Membaca Niat
Sebelum menyiram jenazah, wajib membaca niat. Adapun bacaan dan arti niat memandikan jenazah laki-laki adalah sebagai berikut.
Nawaitul ghusla ada-an 'an hadzaal mayyiti lillahi ta'ala. Artinya: Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala.
2. Menyirami Badan Jenazah
Perlu diingat, orang yang memandikan jenazah harus yang sesama jenis, serta menggunakan air yang suci dan menyucikan/air murni untuk menyirami badan jenazah.
Mulailah dari anggota wudhu.
Memandikan jenazah bisa dimulai dari anggota tubuh bagian kanan.
Meratakan siraman ke seluruh tubuh.
2. Menggunakan Air Sabun
Air sabun digunakan untuk menyabuni seluruh tubuh jenazah sampai qubul dan duburnya (alat kelamin dan anus) pula. Cara selanjutnya adalah sebagai berikut.
Menggunakan kembali air murni untuk membilas bekas air sabun tadi.
Permandian bisa diakhiri dengan menggunakan air yang dicampur bubuk kapur barus dan sedikit wewangian.
Badan jenazah dikeringkan dengan handuk yang lembut, supaya tidak basah ketika dipakaikan kain kafan.
Sebelum dikafani, berikan wewangian non alkohol.
Setelah selesai, jenazah yang sudah kering diangkat, siapkan kain kafan, lalu letakkan jenazah di atasnya. Kemudian bungkuslah jenazah dengan kain kafan.
Baca Juga: Cara Menshalatkan Jenazah yang Benar dalam Islam
Sebagai catatan, bahwa memandikan jenazah tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Niat dan tata cara memandikan jenazah laki-laki di atas hendaknya dapat dipraktikkan dengan sungguh-sungguh oleh keluarga atau orang-orang terdekat dari almarhum.
Dengan memperhatikan tata cara memandikan jenazah yang tepat, maka akan membawa kelancaran tersendiri bagi almarhum dalam menghadap kepada Sang Kuasa. (HEN)
