Konten dari Pengguna

Tata Cara Menyolatkan Jenazah Perempuan dan Bacaannya Lengkap

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menyolatkan jenazah perempuan, Unsplash/Masjid Pogung Dalangan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menyolatkan jenazah perempuan, Unsplash/Masjid Pogung Dalangan.

Dalam ajaran Islam, cara menyolatkan jenazah perempuan memiliki perbedaan dengan jenazah laki-laki. Mulai dari memposisikan jenazah, bacaan, dan sunah-sunahnya.

Sebelum disalatkan, jenazah wajib hukumnya diurus terlebih dahulu, seperti memandikan dan mengafaninya. Kemudian, jenazah disalatkan sesuai dengan syarat, rukun, dan sunah.

Cara Menyolatkan Jenazah Perempuan

Ilustrasi cara menyolatkan jenazah perempuan. Pexels/Michael Burrows.

Secara garis besar, hal-hal yang berkaitan dengan menyolatkan jenazah ada tiga, yakni syarat, rukun, dan sunah di dalamnya. Saat hendak disalatkan, jenazah diletakkan di sebelah kiblat.

Adapun cara menyolatkan jenazah perempuan sebagaimana dilansir dari Buku Panduan Praktis Shalat Jenazah dan Perawatan Jenazah oleh Ahmad Fathoni El-Kaysi adalah sebagai berikut:

1. Syarat Salat Jenazah

  • Jenazah telah disucikan dari najis baik tubuh, kafan, dan tempatnya.

  • Orang yang mensalati telah memenuhi syarat sah salat.

  • Saat jenazah dihadirkan, posisi mushalli harus berada di belakang jenazah. Cara peletakkan yaitu dengan dibaringkan dan kepala di sebelah utara. Imam atau munfarid berdiri lurus dengan pantat jenazah.

  • Jika dilakukan di luar masjid, jarak antara jenazah dan mushalli tidak melebihi 300 dziro atau sekitar 150 m.

  • Tidak ada penghalang antara keduanya, misalnya jenazah berada dalam keranda, maka keranda tersebut tidak boleh dipaku.

  • Bila jenazah hadir, maka orang yang mensalati juga harus hadir di tempat tersebut.

Rukun Salat Jenazah

  • Membaca niat: Ushalli ‘alaa haadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa (Saya berniat mensalati mayat ini karena mengharap rida Allah Ta’alaa).

  • Berdiri bagi yang mampu.

  • Melakukan takbir sebanyak empat kali termasuk takbiratul ihram.

  • Setelah takbir pertama, membaca Surah Al-Fatihah.

  • Takbir kedua, dilanjut dengan membaca selawat nabi: Allahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammad (Ya Allah limpahkanlah selawat kepada tuhan kami Muhammad).

  • Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah: Allahummaghfirlahaa, warhamhaa, wa'afihi wa’fu ‘anhaa (Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera, dan maafkanlah dia)

  • Mengucapkan salam pertama setelah takbir keempat: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (Kesentosaan bagimu, rahmat dan keberkahan juga milik kamu).

2. Sunah dalam Salat Jenazah

  • Mengangkat kedua telapak tangan sampai sebatas bahu, lalu meletakkannya di antara pusat pada setiap takbir.

  • Menyempurnakan niat.

  • Membaca Ta’awudz, Doa Iftitah, Surah Al-Fatihah, selawat, dan doa dengan lirih.

  • Membaca hamdalah sebelum membaca salawat.

  • Bila mayatnya anak kecil, sunah untuk menambah doa Allahummaj’alhaa lahumaa farathaa wa salafan dzuhran wa tsaqqil bihaa ma waazinahumaa wa afrighish shabra ‘’alaa qulubihimaa wa laa tafti-nnahumaa ba’dahaa laa tafrimhumma ajrahaa (Ya Allah jadikanlah mayat anak ini bagi kedua orang tuanya sebagai perintis, jadikanlah ia sebagai simpanan, dan jadikanlah ia sebagai tabungan bagi kedua orang tuanya. Beratkanlah timbangan pahala kedua orang tuanya berkat anak itu, limpahkanlah kesabaran ke dalam hari kedua orangtuanya dan janganlah Engkau menguji kedua orang tuanya dengan fitnah sesudahnya serta janganlah Engkau menghalangi pahalanya kepada mereka berdua).

  • Setelah takbir keempat sunah untuk membaca doa: Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa tafrimnaa ba’dahuu lamaa walahuu (Ya Allah jangan Engkau halangi kami terhadap pahala (kebaikan)-nya, dan janganlah Engkau fitnah kami setelah kematiannya, serta ampunilah kami dan dirinya).

  • Salam yang kedua sunah untuk menyempurnakannya.

Demikian cara menyolatkan jenazah perempuan dengan tertib, mulai dari melakukan syarat, rukun, dan melengkapinya dengan sunah. Lakukan setiap tahapannya dengan urut. (LAIL)

Baca juga: Cara Memandikan Jenazah yang Benar Menurut Syariat Islam