Konten dari Pengguna

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi

Tokopedia Bercerita

Tokopedia Bercerita

Cerita di balik layar orang-orang di Tokopedia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tokopedia Bercerita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar dari Yuma (12), Ocha (12) dan Ave (8)

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi
zoom-in-whitePerbesar

Kemajuan teknologi yang semakin pesat di era modern ini sudah menjangkau semua kalangan, termasuk anak-anak. Kemudahan akses teknologi memungkinkan Yuma Soerianto (Yuma), Syahrozad Zalfa Nadi (Ocha) dan Avicenna Roghid Putra (Ave) untuk menciptakan karya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Ketiganya merupakan kreator cilik dalam bidang teknologi yang berhasil berprestasi di level internasional.

Yuma yang berusia 12 tahun adalah iOS Developer termuda di dunia yang pernah dua kali memenangkan penghargaan Worldwide Developers Conference Scholarship tahun 2017 dan 2018. Sementara Ocha dan Ave masing-masing berusia 12 dan 8 tahun. Mereka adalah kreator robot muda peraih penghargaan internasional seperti Excellence Award Category Steam Mission di IYRC South Korea. Ketiganya membagikan cerita mereka pada acara perdana Ngobrol Aja Dulu yang di selenggarakan Tokopedia pada 19 Januari 2019 lalu.

Banyaknya prestasi yang mereka miliki tidak terlepas dari ketekunan mereka dalam belajar. Kali ini, Tokopedia merangkum 5 pelajaran penting yang bisa dipetik dari kerja keras Yuma, Ocha, dan Ave sehingga berhasil meraih kesuksesan di usia muda.

1. Berawal Dengan Niat Dan Tekad

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi (1)
zoom-in-whitePerbesar

“Kalau ada niat, pasti bisa!” ujar Ocha ketika membagikan pengalamannya pada acara Ngobrol Aja Dulu. Ocha mengaku semua hal yang ia raih saat ini bermula dari niat yang mantap untuk mempelajari robotik. Keinginan untuk belajar tersebut hadir ketika ia duduk di bangku Sekolah Dasar dan melihat adiknya mengikuti ekstrakurikuler robotik.

Berawal dari niat tersebut, Ocha dan Ave kini telah berhasil membuat 7 robot, salah satunya adalah robot “Roti Bakar”. Robot Roti Bakar merupakan singkatan dari Robot Mitigasi Bencana Gempa dan Kebakaran. Sesuai namanya, robot ini dibuat dengan niat Ocha untuk berpartisipasi pada pencegahan bencana gempa dan kebakaran yang sering terjadi di tengah masyarakat.

Robot Roti Bakar berbentuk seperti mobil dan memiliki beberapa sensor sebagai penggeraknya. Beberapa diantaranya adalah sensor pendeteksi keberadaan api yang akan mengaktifkan kipas untuk memadamkannya, sensor pendeteksi keberadaan manusia untuk mengaktifkan alarm dan membuka pintu untuk mengevakuasi korban yang terjebak, serta sensor ultrasonik untuk menghindari rintangan menuju jalur evakuasi yang lebih aman.

2. Mulailah Untuk Belajar

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi (2)
zoom-in-whitePerbesar

Belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, apalagi pada era dimana semua platform belajar bisa diakses secara online. Yuma juga membagikan pengalamannya saat mulai mempelajari coding. Yuma bercerita bahwa awalnya ia memperoleh pengetahuan coding secara otodidak melalui online coding platform keluaran Apple yang bernama “Swift”, tutorial YouTube, dan juga program belajar online dari Standford University.

“Kalian dapat belajar coding di mana saja. Jika saya mempelajarinya dari YouTube, maka kalian juga dapat mempelajarinya. Kuncinya adalah Mulai Aja Dulu,” kata Yuma.

3. Pasang Target

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi (3)
zoom-in-whitePerbesar

Fokus dalam mencapai target adalah salah satu hal yang selalu Ocha dan Ave terapkan. Hal ini merupakan pesan dari kedua orang tuanya. Mereka berdua selalu diajarkan untuk memiliki target dalam melaksanakan sesuatu. Target yang mereka buat ternyata memacu motivasi keduanya agar selalu berusaha yang terbaik.

“Umi dan Abi selalu mengajarkan kalau kita mau berhasil, maka kita harus punya target yang perlu kita capai. Jadi lebih termotivasi lagi biar bisa lebih semangat merakit robot,” terang Ocha.

4. Belajar Mengelola Waktu

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi (4)
zoom-in-whitePerbesar

Pentingnya mengatur waktu dalam membuat karya juga turut dibahas dalam Ngobrol Aja Dulu kemarin. Manajemen waktu menjadi penting agar tidak mengabaikan kewajiban utama, apalagi bagi Yuma, Ocha, dan Ave yang masih duduk di bangku sekolah.

Meskipun memiliki prestasi cemerlang dalam bidang teknologi, kegiatan sehari-hari Yuma, Ocha, dan Ave ternyata tidak jauh berbeda dengan pelajar pada umumnya. Ketiga narasumber muda ini bahkan juga mengikuti kegiatan taekwondo dalam keseharian mereka. Untuk membuat robot dan aplikasi, mereka mengaku meluangkan waktu seusai melakukan kewajiban utama mereka seperti sekolah dan belajar.

“Kalo kegiatan sehari-hari sih sama aja kayak pelajar pada umumnya, tapi biasanya Ocha sama adek belajar membuat robot itu hari Sabtu sekitar jam 8 hingga jam 9 pagi,” jelas Ocha. Berbeda dengan Ocha dan Ave yang memiliki jadwal tetap, Yuma mengaku tidak selalu belajar coding setiap hari, namun hanya pada waktu luang saja.

5. Terus Berusaha dan Jangan Menyerah

Pencipta Robot dan Aplikasi Cilik Berbagi Inspirasi (5)
zoom-in-whitePerbesar

Terakhir, Yuma, Ocha dan Ave mengingatkan pentingnya kerja keras dan pantang menyerah. Kedua hal tersebut adalah kunci dari keberhasilan mereka mencapai kancah Internasional. Meskipun pernah mengalami kesulitan, baik ketika membuat robot maupun aplikasi, mereka tidak pernah berhenti berusaha untuk mencapai keberhasilan. “Kalian tidak harus pintar untuk mempelajari coding. Tetaplah lakukan sesuatu yang menjadi passion kalian. Jangan menyerah dan selalu bertekad kuat untuk berhasil,” tutup Yuma.

---------------------

Menorehkan prestasi di usia muda bukanlah hal yang mudah, namun ketiga kreator cilik ini membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk terus membuat karya yang mendunia. Jika mereka bisa, mengapa kamu tidak? Yuk, mulai berkarya!