Konten dari Pengguna

Wisata Mudik: Tapak Tilas Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon

Travel Journal

Travel Journal

explore indonesia!

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Travel Journal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisata Mudik: Tapak Tilas Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon
zoom-in-whitePerbesar

(Sumber foto)

Mudik merupakan hal yag ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Rasanya sudah tidak sabar berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Untuk kamu travelers yang berencana mudik atau akan mudik melewati jalur Pantai Utara (Pantura) khususnya Cirebon, tidak ada salahnya jika kamu mampir ke tempat wisata yang berada di sini.

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu destinasi yang bisa kamu kunjungi saat kamu mudik tahun ini. Keraton Kasepuhan adalah bukti sejarah Kerajaan Islam di Cirebon dan juga bukti sejarah panjang Kota Cirebon.

embed from external kumparan

Keraton Kasepuhan Cirebon ini terletak di Jalan Kasepuhan No.43, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon. Lokasinya sekitar 30 menit dari Stasiun Kereta Api Kejaksaan dan juga 30 menit dari Terminal Bus Harjamukti Cirebon.

Keraton Kasepuhan dibangun di atas lahan seluas 25 hektar dengan terdiri dari berbagai macam bangunan dengan memiliki makna-makna tersendiri dari arsitektur bangunannya.

Di Keraton Kasepuhan ini terdapat beberapa museum yang bisa dikunjungi oleh wisatawan untuk napak tilas sejarah Keraton Kasepuhan dan perkembangan Islam khusunya di Cirebon. Kamu bisa melihat kereta keraton dan benda-benda pusaka.

embed from external kumparan

Selain itu, travelers, kamu juga bisa melihat petilasan peninggalan Pangeran Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati di kompleks Keraton Pangkuwati, dan baru-baru ini diresmikan Museum Pusaka Keraton Kasepuhan yang juga berada di kompleks Keraton.

Di museum ini kamu bisa melihat benda-benda pusaka lama dari kamar pusaka yang sebelumnya tidak pernah diperlihatkan. Benda-benda tersebut merupakan peninggalan dari jaman Padjajaran akhir, Sunang Gunung Jati, hingga era kesultanan. Selain itu, terdapat juga beberapa koleksi peninggalan bangsa Portugis dan peninggalan sejarah nusantara.