Konten dari Pengguna

Mengenali Panutan Kids Jaman Now

Informasi Sofi

Informasi Sofi

Hello, Fellas! Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi siapapun yang membacanya. Kalo belum? Coba lagi lain kali :)

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Informasi Sofi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi generasi yang lahir sebelum tahun 90-an mungkin yang menjadi panutan para public figure yang kemunculannya bisa dilihat di berbagai media cetak atau televisi. Akan tetapi, untuk generasi millennial hal tersebut tidak berlaku sebab kemajuan teknologi membuat anak zaman sekarang mengakses semua hal dari smartphone. Termasuk apa dan siapa saja yang menjadi panutan mereka.

Influencer

Zaman sekarang, orang lebih percaya testimoni para influencer daripada iklan. Karena itulah muncul istilah OOTD, endorsement, dan lain-lain. Hal tersebut menunjukkan betapa tingginya kepercayaan anak muda terhadap konten para influencer.

Youtuber Casey Neistat naik Go-Jek di Jakarta. (Foto: Casey Neistat via Twitter)

Vlogger

Selain karena anak orang nomor satu di Indonesia, Kaesang Pangarep juga dikenal karena isi vlognya. Banyaknya jumlah subscriber membuktikan bahwa orang sering mengakses update videonya.

PewDiePie, rajanya vlogger youtube (Foto: Youtube)

Blogger

Lizzie Parra, Stella Lee, Jess dan Elle Yamada merupakan orang-orang yang dikenal karena karya-karyanya di bidang kecantikan. Mereka semua merupakan beauty blogger meski beberapa juga kerap menuli soal fashion atau travelling. Tidak jarang isi blog mereka dijadikan rujukan sebelum membeli kosmetik bahkan gaya berpakaian mereka sudah menjadi referensi berfashion remaja puteri khususnya. Hal tersebut terlihat dari isi komentar pada media sosial mereka mengenai asal-muasal produk yang mereka tulis.

Pria berusia 17 tahun ini beauty blogger. (Foto: Instagram @lookingforlewys)

Mengenali panutan mereka tidak sulit. Lihat saja followingnya siapa, sering memberi like pada siapa. Atau profile picture mereka saat galau memajang quote siapa. Selain orangtua, mengidentifikasi kebiasaan millenial generation dibutuhkan para perusahaan untuk mengenali karakter dan kualitas sumber daya manusia masa kini.