Konten dari Pengguna

Review Buku Orang Baik Tidak Selalu Berhasil : Menjadi Baik Saja Tidak Cukup

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tsamara Alfia Thasiru tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi baik ternyata tidak selalu cukup dalam menghadapi orang lain.

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Identitas Buku

Judul: How to Succeed with People (Orang Baik Tidak Selalu Berhasil)

Penulis: Paul McGee (alih bahasa oleh Kowiya)

Genre: Pengembangan diri

Penerbit: Capstone (alih bahasa oleh PT Elex Media Komputindo)

Tahun terbit: 2013 (alih bahasa 2020)

Jumlah halaman: 221 halaman

Sinopsis

Orang Baik Tidak Selalu Berhasil merupakan buku pengembangan diri yang membahas cara memahami, berkomunikasi, dan berhubungan dengan orang lain. Paul McGee menunjukkan bahwa kita tidak selalu bisa mengubah orang lain sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ada hal-hal yang hanya bisa berubah ketika orang tersebut memang memiliki keinginan untuk berubah.

Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian besar. Bagian pertama, “Berhenti, Mengerti”, mengajak pembaca menyadari pola-pola yang sering muncul dalam hubungan dengan orang lain, mulai dari orang yang sulit berubah, kebiasaan bersikap terlalu toleran, hingga bab yang menjadi judul buku ini sendiri, “Menjadi Orang Baik Tidak Selalu Berhasil”. Bagian kedua, “Lanjutkan”, membahas cara menyesuaikan harapan dan menerima hal-hal yang memang berada di luar kendali kita.

Pada bagian-bagian berikutnya, pembahasan mengarah ke hal yang lebih praktis, seperti menjaga sikap, berani mengakui kesalahan, memberikan kritik yang membangun, hingga cara berbicara agar benar-benar didengarkan orang lain. Buku ini ditutup dengan bab “Pilihan Ada di Tangan Anda”, yang menegaskan bahwa pada akhirnya keputusan untuk berubah tetap ada di tangan pembaca sendiri.

Di setiap pembahasannya, terdapat “Kata-Kata Bijak Mini” dan “Tantangan Mini” yang mengajak pembaca untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mencoba menerapkannya.

Resensi

Judul buku ini cukup membuat saya berhenti sejenak. Orang Baik Tidak Selalu Berhasil terdengar seperti sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman kita selama ini. Kalau seseorang sudah berbuat baik, mengapa belum tentu berhasil? Setelah membaca buku ini, saya menangkap bahwa menjadi baik memang penting, tetapi ternyata tidak selalu cukup ketika kita berhadapan dengan orang lain.

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah ajakannya untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kita sering merasa bahwa cara kita berpikir atau memperlakukan seseorang adalah cara yang paling tepat, padahal belum tentu orang tersebut melihatnya dengan cara yang sama. Bab-bab awal di bagian pertama, seperti pembahasan tentang orang yang keras kepala atau mengapa orang pintar pun bisa melakukan hal-hal bodoh dalam berhubungan dengan orang lain, membuat saya lebih sadar bahwa setiap orang punya cara pandang dan alasan sendiri yang tidak selalu terlihat dari luar.

Menurut saya, bagian ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi orang yang sering memikirkan perasaan orang lain atau merasa tidak enak. Kadang kita terlalu sibuk memikirkan apakah orang lain nyaman dengan kita sampai lupa mempertimbangkan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Buku ini membuat saya lebih terbuka bahwa memahami orang lain itu penting, tetapi bukan berarti kita harus selalu mengikuti sudut pandang mereka. Kita tetap perlu memiliki batas dan tahu kapan harus mempertahankan pendirian sendiri.

Bagian-bagian selanjutnya, mulai dari cara mengakui kesalahan, mengajukan pertanyaan penting kepada diri sendiri, sampai bab tentang cara membuat kritik benar-benar diperhitungkan, terasa lebih praktis dibandingkan bagian awal. Saya cukup menyukai bagaimana penulis menyusun pembahasan secara bertahap: dimulai dari memahami diri dan orang lain, lalu perlahan mengarah ke tindakan nyata yang bisa langsung dicoba, seperti yang juga disinggung dalam bab tentang cara berbicara agar orang lain benar-benar mendengarkan.

Dari segi isi, pembahasannya tergolong ringan. Namun, ringan bukan berarti tidak memberikan sesuatu untuk dipikirkan. Justru hampir setiap bab memiliki hal kecil yang bisa dicoba untuk mengubah diri. Adanya “Kata-Kata Bijak Mini” dan “Tantangan Mini” juga menjadi bagian yang menurut saya menarik. Keduanya membuat buku terasa lebih interaktif karena pembaca tidak hanya menerima penjelasan, tetapi seperti diajak untuk ikut melakukan sesuatu setelah membaca.

Bahasanya juga cukup mudah dicerna dan tidak terlalu kaku. Saya merasa seperti tidak hanya membaca tulisan yang sedang menjelaskan suatu materi, tetapi ikut dilibatkan dalam pembahasannya. Ada beberapa bagian yang membuat saya berhenti dan berpikir, “Oh, ternyata hal kecil seperti ini juga bisa berpengaruh.” Menurut saya, cara seperti ini membuat buku pengembangan diri terasa lebih dekat dengan pembacanya.

Meski begitu, saya merasa masih ada beberapa bagian yang bisa dibuat lebih sederhana. Ketika membaca pembahasan yang mengajak kita memahami banyak sudut pandang, terkadang kita justru bisa terlalu fokus untuk memahami orang lain. Menurut saya, akan lebih baik jika buku ini juga memberikan pegangan yang lebih jelas tentang batas antara memahami orang lain dan terlalu menyesuaikan diri dengan mereka. Hal ini penting supaya pembaca tetap bisa terbuka terhadap orang lain tanpa mengabaikan dirinya sendiri.

Dari segi tampilan, sampul buku ini juga cukup menarik. Warna kuning yang mencolok membuat buku ini mudah menarik perhatian. Secara keseluruhan, penyampaiannya cukup baik dan isinya tidak terasa terlalu berat untuk dibaca. Walaupun kedalaman pembahasannya ringan, setiap bab tetap memiliki pesan yang bisa dibawa ke kehidupan sehari-hari.

Setelah membaca buku ini, kesan yang paling saya dapat bukan hanya tentang isi bukunya, tetapi juga tentang bagaimana hal-hal kecil dalam berhubungan dengan orang lain ternyata bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Saya merasa menjadi lebih terbuka terhadap berbagai sudut pandang dan lebih sadar bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ada kebiasaan atau cara kita merespons orang lain yang mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya bisa menjadi hambatan dan perlu diperbaiki.

Kesimpulan

Orang Baik Tidak Selalu Berhasil menurut saya merupakan buku pengembangan diri yang menarik dan cukup bermanfaat. Strukturnya tersusun rapi, mulai dari memahami pola pikir dan sikap diri sendiri, lalu bertahap menuju cara-cara praktis dalam berkomunikasi dan membantu orang lain berkembang. Pembahasannya ringan, bahasanya mudah dipahami, dan adanya “Kata-Kata Bijak Mini” serta “Tantangan Mini” membuat pembaca terasa lebih terlibat.

Buku ini membuat saya lebih terbuka dalam melihat sudut pandang orang lain sekaligus menyadari bahwa memahami orang lain tidak berarti harus selalu menyesuaikan diri dengan mereka. Masih ada beberapa bagian yang menurut saya bisa disampaikan dengan lebih sederhana dan memberikan batas yang lebih jelas, tetapi secara keseluruhan buku ini memberikan banyak hal yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rating: 8,7/10