Konten Media Partner

15 Ekor Kambing di Gunungkidul Mati Diserang Binatang Buas dalam 3 Malam

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kambing. foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kambing. foto: Tugu Jogja

Warga Kalurahan Girimulyo Kapanewon Panggang Gunungkidul kembali resah. Teror binatang buas yang menyerang ternak kambing di wilayah Kapanewon Panggang Gunungkidul kembali marak di wilayah mereka.

Ternak kambing mereka yang berada di kandang mati digigit hewan buas yang diduga anjing liar. Dalam 3 malam terakhir serangan hewan buas menggila. Bahkan malam terakhir setidaknya 7 kambing mati diserang anjing liar

Kapolsek Panggang AKP Ahmad Fauzi mengakui adanya serangan hewan buas ke ternak yang dipelihara oleh warga Panggang. Serangan tersebut sebenarnya sudah menjadi permasalahan klasik di wilayah tersebut karena terus berulang.

"Hampir setiap tahun pasti ada kejadian kambing yang mati diserang hewan buas," terang dia, Rabu (28/9/2022).

Fauzi menuturkan semua kambing tersebut berada di dalam kandang. Namun lokasi kandang-kandang tersebut berada di tengah ladang/alas sehingga jauh dari pemukiman penduduk. Akibatnya, pengawasan terhadap kambing-kambing tersebut sangat kurang, terutama malam hari.

kumparan post embed

Fauzi mengaku tidak mengetahui waktu pasti kejadian kematian ternaknya karena jauh dari pemukiman warga. Namun peristiwa tersebut baru diketahui pagi harinya. Sehingga kemungkinan serangan terjadi pada malam hari.

"Kambing-kambing yang mati diduga dimakan oleh anjing liar pada malam hari," terang dia.

Karena yang dimakan hanya organ bagian dalamnya dan ditinggalkan begitu saja di sekitar lokasi kejadian. Serangan ini sudah berulang setiap tahunnya. Warga sebenarnya sudah memahami risiko menempatkan kambingnya di ladang.

Terkait adanya kejadian tersebut, pihaknya telah melakukan upaya untuk mencegah kejadian serupa warga. Di mana Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan ronda dan siskamling di lingkungan peternakan warga. Dan mengimbau warga untuk membawa ke rumah terlebih dahulu ternak mereka.

Dari informasi yang didapat bahwa warga telah berhasil menangkap 1 ekor anjing hutan (kondisi mati) dari total yang diketahui warga sebanyak 3 ekor. Warga kini bersiaga sewaktu-waktu hewan tersebut muncul kembali.

Menurutnya perlu adanya upaya dari pihak-pihak terkait untuk membantu warga dalam menanggulangi kejadian serupa agar tidak menimbulkan keresahan khususnya bagi para peternak kambing dan masyarakat sekitar pada umumnya.

Fauzi mengungkapkan, dalam kurun waktu 3 malam mulai tanggal 23 hingga 26 September 2022, setidaknya 15 ekor kambing milik warga yang mati diserang hewan buas. Serangan itu di 3 titik dan semuanya di Dusun Legundi Girimulyo.

Dari informasi yang mereka kumpulkan, serangan pertama terjadi pada hari senin tanggal 26 September 2022 dan diketahui sekitar jam 07.00. Peristiwa tersebut terjadi Alas Kepuket dusun Legundi Kalurahan Girimulyo Kapanewon Panggang.

"Di Alas Kepuket tersebut telah ditemukan adanya kejadian hewan ternak kambing yang diduga dimakan oleh anjing liar,'tambahnya.

Di mana jumlah hewan korban yang dimakan sebanyak 15 ekor dengan rincian masing-masing pada hari Jumat tanggal 23 September 2022 telah dimakan hewan ternak sebanyak 5 ekor milik dari Mbah Mangun alamat Dusun Legundi Rt 8, Rw 03 Girimulyo.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 25 September telah dimakan hewan ternak sebanyak 3 ekor milik dari Dwi R warga Legundi Rt 03, 03 Girimulyo. Dan pada hari Senin tanggal 26 September telah dimakan hewan ternak sebanyak 7 ekor masing-masing 6 ekor milik dari Sayogi dan 1 ekor milik Mbah Genuk.

"Kambing-kambing tersebut mati di dalam kandang,"ujar dia.