UPNVY Siap Berkontribusi untuk Wujudkan SDGs di Indonesia
·waktu baca 3 menit

Kerja sama Selatan-Selatan (KSS) bukan isu baru untuk Indonesia. Pasalnya, sejak keberadaan Konferensi Asia Afrika (KAA), negara Indonesia telah memiliki kontribusi atau bantuan untuk negara-negara selatan.
Sepanjang perjalanan satu dekade KSS memang sudah berjalan baik, namun masih banyak PR yang harus diselesaikan untuk mencapai kemakmuran masyarakat.
Guna mendukung adanya pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah turut menggandeng institusi pendidikan yang kini menyasar pada Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY) sebagai co-host Forum Komunikasi Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) bertema “Perjalanan Satu Dekade Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia: Kontribusi bagi Tercapainya Pembangunan Berkelanjutan”.
Rektor UPNVY, Mohammad Irhas Effendi mengatakan dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), ada tiga bidang SDGs yang dapat di kontribusikan secara nyata dalam KSS tersebut, salah satunya pada bidang pendidikan.
"Misalnya Kemenlu memberikan beasiswa kepada pemuda dari berbagai negara Selatan, UPN Veteran Yogyakarta siap menerima dan mendidik mereka. Ini sejalan dengan upaya kami untuk melakukan Internasionalisasi dosen dan mahasiswa dalam rangka meraih akreditasi internasional," kata Rektor UPNVY, Prof. Dr. Mohammad Irhas Effendi, Kamis (15/6/2023).
Irhas mengatakan penghargaan UPNVY sebagai pengelola terbaik Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara nasional yang belum lama ini diberikan oleh Kemendikbud itu menjadi modal besar untuk mengusungkan kampusnya. Sementara kontribusi kedua, Irhas menyebut akan menggiatkan pengentasan kemiskinan yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Yogyakarta.
"Beberapa dosen UPNVY telah belasan tahun terlibat langsung dalam pengentasan kemiskinan di berbagai daerah baik di Jawa maupun luar Jawa. Modal pengalaman tersebut tentunya dapat digunakan apabila kemenlu mengajak negara negara Selatan dalam penanganan kemiskinan," jelasnya.
Sementara kontribusi ketiga yaitu perubahan iklim. Irhas menyebut adanya pusat studi bencana menjadikan keunggulan yang bisa disumbangsih oleh UPNVY secara maksimal di dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di dalam KSS itu.
"Tentunya potensi ini dapat dimanfaatkan jika Kemenlu memerlukan intimidasi bencana di negara negara Selatan. Ini jadi modal dasar kami untuk berpartisipasi," ungkapnya.
"Kita siap berkontribusi dengan sumber daya manusia yang kita miliki dan kita akan terus dorong," lanjutnya.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri · Yayan Ganda Hayat Mulyana mengungkap alasanya memilih UPNVY. Menurutnya berbagai potensi serta keunggulan yang dimiliki UPNVY bisa membantu Pemerintah di dalam mencapai 17 poin dalam SDGs tersebut.
"Peran dari UPNVY didalam memajukan Sustainable Development Goals (SDGs) didalam pendidikan, pengentasan kemiskinan ini adalah luar biasa sekali. Dan ini adalah bidang bidang yang saat ini menjadi perhatian di dalam Kerja Sama Selatan Selatan," kata Yayan.
Ia juga tak memungkiri masih banyak tantangan dari pelaksanaan SDGs yang merupakan keberlanjutan dari program MDGs tersebut.
Oleh karenanya, melalui UPNVY sebagai Intitusi Perguruan Tinggi bisa hadir dalam membantu mempercepat tercapainya ke-17 tujuan SDGs, khususnya melalui penerapan Tridarma perguruan tinggi, yaitu melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kami dengan senang hati dalam konteks Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini kami sangat senang kehadiran adik adik di tempat kami apakah sebagai pemagang atau peneliti. Yang berbasis research ataupun data kami yakin UPN memiliki metode yang bagus," pungkasnya
