3 Dosen Unisa Yogyakarta Sosialisasikan Vertiminaponik Cegah Stunting

Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah stunting. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Proporsi Stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sekitar 30,8%, balita di Indonesia mengalami stunting. Sebenarnya, stunting dapat dicegah dengan meningkatkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi.
3 dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menemukan teknik untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi. Salah satunya adalah dengan melakukan inovasi kebun gizi sistem vertiminaponik. Vertiminaponik terdiri atas dua subsistem utama yakni subsistem hidroponik dan subsistem akuakultur.
“Inovasi ini berupa teknologi yang mampu meningkatkan akses dan ketersediaan pangan,” ujar Nor Eka Noviani, salah seorang dosen pencetus vertiminaponik, dalam keterangan tertulis, Senin (12/8/2019).
Ia bersama dengan Ika Afifah Nugraheni dan Suri Salmiyati memiliki perhatian tersendiri soal masalah stunting yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya program ini, maka tidak hanya melibatkan bidang gizi saja tetapi juga pertaninan.
Program ini melibatkan beberapa warga yang memiliki kemampuan untuk hidroponik guna membuat sistem akuakultur dengan memanfaatkan kolam warga yang tidak terpakai.
“Teknologi vertiminaponik merupakan gabungan antara teknologi akuakultur dengan teknologi hidroponik dalam satu system untuk mengoptimalkan fungsi air,” ujarnya.
Tanaman ini akan mendapat pupuk organic secara otomatis yang berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan. Menurutnya, Budidaya system vertiminaponik juga dapat menambah nilai estetika di pekarangan rumah. Tak hanya itu, Efektivitas produksi ikan dan sayuran dapat lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya secara konvensional pada lahan dengan luas yang sama.
Di tahap pertama kegiatan ini, ketiga dosen memberikan sosialisasi pada warga dan melakukan pembibitan dengan media tanam rockwool serta bibit sayuran seperti pokcoy, selada kriting dan kangkung. (asa/adn/adv)
